KALIMANTAN SELATAN — Mengutip data resmi dari situs Logam Mulia Antam, kenaikan Rp 15.000 ini membawa harga emas ke level paling tinggi sejak sepekan terakhir. Dalam tujuh hari terakhir, harga emas Antam tercatat bergerak fluktuatif di kisaran Rp 2.645.000 hingga Rp 2.740.000 per gram. Sementara itu, jika dilihat dalam rentang satu bulan, harga emas batangan ini berada di kisaran Rp 2.599.000 sampai Rp 2.740.000 per gram.
Selain harga jual, Antam juga menaikkan harga buyback atau harga pembelian kembali emas dari konsumen. Harga buyback hari ini naik Rp 15.000 menjadi Rp 2.600.000 per gram. Angka ini penting karena menjadi patokan keuntungan riil bagi investor yang ingin mencairkan investasinya dalam bentuk emas batangan.
Selisih antara harga jual dan harga buyback yang mencapai Rp 140.000 per gram merupakan biaya yang harus diperhitungkan investor. Artinya, investor baru akan memperoleh keuntungan jika harga jual emas sudah naik lebih dari selisih tersebut sejak saat pembelian.
Berikut rincian lengkap harga emas batangan Antam untuk berbagai ukuran pada perdagangan Sabtu (22/8/2026):
Kenaikan harga emas ini menjadi kabar baik bagi para pemegang emas batangan yang telah membeli di level lebih rendah. Namun, bagi calon pembeli baru, momentum ini menuntut perhitungan lebih cermat terkait potensi keuntungan jangka panjang.
Antam merupakan produsen emas batangan bersertifikat yang menjadi acuan utama investasi logam mulia di Indonesia. Fluktuasi harga hariannya dipengaruhi oleh pergerakan harga emas global, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta dinamika permintaan dan penawaran di pasar domestik.
Investasi pada emas batangan tetap menjadi salah satu instrumen lindung nilai (hedging) yang populer di tengah ketidakpastian ekonomi. Namun, investor tetap perlu mempertimbangkan selisih harga jual dan buyback sebagai biaya transaksi yang memengaruhi potensi keuntungan di masa mendatang.