Pencarian

Reses DPRD Banjarmasin Jerat 5 Keluhan Warga, dari Air PDAM hingga Tiang Listrik di Tengah Jalan

Kamis, 22 Oktober 2026 • 12:46:31 WIB
Reses DPRD Banjarmasin Jerat 5 Keluhan Warga, dari Air PDAM hingga Tiang Listrik di Tengah Jalan
Anggota DPRD Kota Banjarmasin Saut Nathan Samosir menyerap keluhan warga dalam kegiatan reses.

BANJARMASIN — Keluhan soal layanan dasar mendominasi reses anggota DPRD Kota Banjarmasin, Saut Nathan Samosir. Selain air bersih dan listrik, warga menyoroti akurasi data desil penerima bantuan sosial hingga jalan lingkungan dan gang yang rusak di sejumlah titik.

Persoalan air bersih muncul sebagai keluhan paling menonjol. Keterbatasan pasokan yang diduga berkaitan dengan kekurangan bahan baku disebut mengganggu distribusi ke pelanggan PDAM.

Warga pun mempertanyakan penghitungan tagihan yang tetap berjalan meski air tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.

Tagihan Tetap Sama Meski Air dan Listrik Terganggu

Keluhan serupa disampaikan soal tagihan listrik. Warga menilai biaya yang dibayarkan tidak berubah kendati pemadaman berulang kali terjadi selama tiga hingga enam jam.

"Ini menjadi pertanyaan masyarakat. Ketika air tidak bisa digunakan karena gangguan layanan, tagihan tetap sama. Begitu juga listrik yang sering padam, tetapi biaya yang dibayarkan tidak berubah. Ini perlu dijelaskan kepada masyarakat," tutur Saut Nathan.

Legislator itu berharap PDAM dan PT PLN (Persero) membuka mekanisme penghitungan tagihan secara terbuka. Termasuk kemungkinan kompensasi bagi pelanggan yang terdampak gangguan layanan.

Menurutnya, masyarakat berhak memperoleh kejelasan atas biaya yang dibayarkan, terutama ketika layanan yang diterima tidak berjalan optimal.

Data Desil Bansos Dinilai Belum Libatkan Pengurus RT

Penetapan desil sebagai dasar pengelompokan tingkat kesejahteraan untuk program bantuan sosial juga menjadi sorotan. Warga mempertanyakan proses pendataan dan penetapan desil karena menilai aparat di tingkat rukun tetangga (RT) belum dilibatkan secara optimal.

Saut menilai pemerintah perlu mengevaluasi data tersebut agar penetapan kelompok kesejahteraan benar-benar mencerminkan kondisi ekonomi masyarakat di lapangan.

"Masalah desil ini sudah berulang kali muncul. Karena itu, perlu dilakukan pengecekan kembali agar penetapannya sesuai dengan kondisi masyarakat yang sebenarnya," bebernya.

Jalan Gang Rusak dan Tiang Listrik di Tengah Jalan

Di bidang infrastruktur, warga mengusulkan perbaikan jalan lingkungan dan gang yang rusak. Keberadaan tiang listrik di tengah jalan juga dinilai perlu segera ditangani demi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.

Saut menyatakan akan menindaklanjuti seluruh aspirasi melalui koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Khusus persoalan jalan dan gang, ia berencana meninjau langsung lokasi untuk mengetahui kondisi di lapangan.

"Kami sebagai anggota dewan memiliki tanggung jawab untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat. Kami akan mengecek langsung ke lapangan, kemudian berkoordinasi dengan dinas terkait agar dapat ditangani sesuai kebutuhan," ujarnya.

Ia menyebut sejumlah aspirasi yang diperjuangkan sebelumnya telah direalisasikan. Namun, masih ada usulan yang belum terlaksana sehingga perlu terus dikawal.

Saut berharap pemerintah daerah dan instansi penyedia layanan publik segera merespons keluhan warga, terutama menjelang akhir tahun anggaran 2026. PDAM dan PLN diminta menjelaskan penyebab gangguan layanan serta mekanisme penghitungan tagihan agar masyarakat memperoleh kepastian dan solusi.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: lenterakalimantan.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks