KALIMANTAN SELATAN — Xiaomi 18 Pro Max terpantau di database Geekbench AI dengan nomor model 2611FPNFAG dan chipset Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, memperkuat indikasi flagship ini bakal dijual global termasuk Indonesia. Nomor model tersebut sudah mengantongi sertifikasi TKDN 37,84% lewat PT Xiaomi Technology Indonesia, meski identitasnya sempat dikaitkan dengan Xiaomi 18 reguler. Harga di China mulai 6.999 yuan atau sekitar Rp 16 jutaan, tapi harga resmi Indonesia belum diumumkan.
Kemunculan Xiaomi 18 Pro Max di Geekbench AI menambah daftar bocoran menjelang peluncuran globalnya. Unit yang diuji membawa RAM 12 GB, sementara versi China punya opsi 16 GB yang belum jelas apakah ikut dipasarkan ke pasar internasional. Perangkat ini diperkirakan menjalankan Android 17 dengan antarmuka HyperOS 4.
Yang membuat bocoran ini menarik bukan cuma spesifikasinya, tapi jejak sertifikasi yang sudah ada di Indonesia. Dua perangkat Xiaomi tercatat di database P3DN Kementerian Perindustrian sebagai smartphone 5G dengan nilai TKDN 37,84%.
Chipset dan RAM: Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6
Geekbench AI mencatat Xiaomi 18 Pro Max global dengan nomor model 2611FPNFAG. Chipset yang dipakai sama dengan versi China, yaitu Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Ini sinyal Xiaomi tidak memangkas dapur pacu untuk pasar global.
Konfigurasi RAM yang diuji adalah 12 GB. Versi China menyediakan varian 16 GB, tapi belum ada konfirmasi apakah varian tersebut akan menyusul ke pasar internasional atau tetap eksklusif di negara asalnya.
- Nomor model: 2611FPNFAG
- Chipset: Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6
- RAM teruji: 12 GB
- Sistem operasi: Android 17 dengan HyperOS 4
Layar Ganda: LTPO AMOLED 6,9 Inci Plus Panel 2,9 Inci di Belakang
Xiaomi 18 Pro Max membawa layar utama LTPO AMOLED 6,9 inci dengan resolusi 1.208 x 2.624 piksel. Refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak 4.000 nits jadi angka yang disebut di lembar spesifikasi.
Bagian belakangnya ditempati layar sekunder LTPO AMOLED 2,9 inci beresolusi 596 x 976 piksel. Panel ini juga mendukung refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak 4.000 nits, fungsi praktisnya masih menunggu pengujian langsung.
Kamera: Dua Sensor 200 MP dengan OIS
Konfigurasi kamera belakang terdiri dari kamera utama 200 MP dengan optical image stabilization, kamera telephoto periskop 200 MP dengan OIS dan optical zoom 3,2x, serta ultrawide 50 MP. Kamera depan untuk selfie dibekali sensor 50 MP.
Pilihan penyimpanan yang tersedia mencakup 256 GB, 512 GB, dan 1 TB. Kombinasi dua sensor 200 MP di satu ponsel masih jarang di pasar, tapi kualitas hasil foto tetap perlu dibuktikan lewat pengujian nyata, bukan sekadar angka di spesifikasi.
Baterai 8.500 mAh, tapi Versi Global Belum Pasti Sama
Versi China Xiaomi 18 Pro Max dibekali baterai 8.500 mAh, sedangkan Xiaomi 18 Pro memakai 7.000 mAh. Angka tersebut termasuk besar untuk ukuran flagship, tapi ada catatan penting soal pasar global.
Belum bisa dipastikan apakah kapasitas baterai 8.500 mAh akan dipertahankan untuk pasar global. Eropa kerap mendapat konfigurasi berbeda, dan Indonesia biasanya mengikuti varian global, bukan versi China.
Sertifikasi TKDN dan Peluang Masuk Indonesia
Dua perangkat Xiaomi sudah mengantongi sertifikasi TKDN dari Kementerian Perindustrian dengan nomor model 2611FPNFAG dan 2609BPN61G. Keduanya didaftarkan PT Xiaomi Technology Indonesia sebagai smartphone 5G dengan nilai TKDN 37,84%.
Ada perbedaan tafsir soal identitas kedua nomor model tersebut. Laporan sebelumnya mengaitkan 2611FPNFAG dengan Xiaomi 18 reguler dan 2609BPN61G sebagai Xiaomi 18 Pro Max. Kemunculan di Geekbench AI justru menyebut 2611FPNFAG sebagai Xiaomi 18 Pro Max.
Perbedaan ini masih perlu konfirmasi resmi dari Xiaomi. Yang jelas, sertifikasi TKDN jadi indikasi kuat keluarga Xiaomi 18 sedang disiapkan untuk pasar Indonesia.
Harga dan Kapan Rilis di Indonesia
Xiaomi 18 Pro Max dijual di China mulai 6.999 yuan atau sekitar Rp 16 jutaan. CEO Xiaomi Lei Jun memastikan Xiaomi 18 Pro Series akan dipasarkan global pada 2026, tapi jadwal peluncuran di Indonesia belum diumumkan.
Harga resmi di Indonesia kemungkinan berbeda mengikuti pajak dan kebijakan pasar setempat. Kalau mengacu pola Xiaomi sebelumnya, versi global biasanya dibanderol lebih tinggi dari harga China, jadi angka Rp 16 jutaan sebaiknya dianggap sebagai patokan awal, bukan harga final.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menunggu
- Kapasitas baterai versi global belum dikonfirmasi, bisa berbeda dari 8.500 mAh versi China
- Varian RAM 16 GB kemungkinan eksklusif China
- Identitas nomor model TKDN masih simpang siur antara Xiaomi 18 dan 18 Pro Max
- Harga resmi Indonesia dan jadwal peluncuran belum ada pengumuman
- Layar sekunder 2,9 inci perlu diuji apakah benar-benar berguna atau sekadar gimmick
Bagi yang berencana upgrade ke flagship Xiaomi berikutnya, bocoran ini masih sebatas indikasi, bukan kepastian. Sertifikasi TKDN memang sinyal positif, tapi keputusan pembelian sebaiknya menunggu pengumuman resmi soal harga, konfigurasi final, dan tanggal peluncuran di Indonesia.