Pencarian

7 Fakta Unik Rupiah yang Layak Kamu Ketahui

Senin, 19 Oktober 2026 • 12:53:31 WIB
7 Fakta Unik Rupiah yang Layak Kamu Ketahui
Uang Rupiah kertas dan logam dipamerkan sebagai bagian dari pengenalan mata uang nasional.

KALIMANTAN SELATAN — Hari Oeang Republik Indonesia diperingati setiap 30 Oktober, merujuk pada penerbitan ORI tahun 1946. Momen ini pas untuk menengok lagi mata uang yang kita pakai sehari-hari. Banyak sisi Rupiah yang jarang disadari, dari asal namanya sampai fitur pengaman di lembarannya.

Rupiah bukan sekadar alat bayar. Di balik lembaran dan koin yang kita pegang, ada sejarah panjang, pilihan bahan yang tidak sembarangan, sampai teknologi pengaman yang dirancang menekan pemalsuan. Berikut tujuh fakta yang bisa menambah wawasan soal mata uang Indonesia.

1. Rupiah Lahir di Tengah Perjuangan Kemerdekaan

Oeang Republik Indonesia (ORI) mulai beredar pada 30 Oktober 1946. Penerbitannya jadi langkah penting memperkuat kedaulatan negara saat situasi politik dan keamanan belum stabil.

Kondisi itu membuat peredaran ORI menghadapi banyak kendala. Uang tersebut bahkan harus diedarkan lewat perjuangan di sejumlah wilayah. Kehadirannya tidak cuma menopang transaksi warga, tapi juga jadi simbol kemandirian Indonesia mengelola mata uangnya sendiri.

2. Nama Rupiah Berasal dari Bahasa Sanskerta

Kata "rupiah" berakar dari bahasa Sanskerta, yakni rupya, yang berarti perak. Sebelum punya mata uang sendiri, wilayah ini memakai Gulden Hindia Belanda sebagai alat pembayaran pada masa penjajahan.

Setelah merdeka, kebutuhan akan mata uang nasional makin menguat. ORI diterbitkan pada 24 Oktober 1946, lalu digantikan ORI Baru pada 1949 setelah Indonesia menghadapi masalah hiperinflasi.

3. Gambar Rupiah Mencerminkan Kebudayaan Indonesia

Desain Rupiah memuat unsur identitas bangsa, mulai dari gambar pahlawan nasional hingga kekayaan budaya. Unsur lain yang muncul antara lain tarian tradisional, flora, fauna, dan pemandangan alam.

Gambar-gambar itu dipilih untuk memperlihatkan keragaman Indonesia lewat benda yang dipakai masyarakat tiap hari. Coba perhatikan sisi depan dan belakang uang, di situ tersimpan jejak sejarah dan budaya Nusantara.

4. Uang Kertas Rupiah Tidak Dibuat dari Kertas Biasa

Menurut Bank Indonesia, bahan baku uang kertas Rupiah bisa berasal dari serat kapas atau bahan lain yang ditetapkan sesuai ketentuan. Uang logam dibuat dari aluminium, aluminium bronze, kupronikel, baja, atau bahan logam lain.

Bahan tersebut harus memenuhi standar mutu dan keamanan dalam proses pembuatan. Selain bahan khusus, uang Rupiah dilengkapi unsur pengaman untuk membantu masyarakat mengenali keaslian dan menekan risiko pemalsuan.

5. Ada Banyak Pecahan, dari Kertas sampai Logam

Uang Rupiah tersedia dalam bentuk kertas dan logam dengan nominal berbeda. Pecahan kertas yang dikenal masyarakat antara lain Rp1.000, Rp2.000, Rp5.000, Rp10.000, Rp20.000, Rp50.000, Rp75.000, dan Rp100.000.

Uang logam diterbitkan dalam nominal Rp100, Rp200, Rp500, dan Rp1.000. Untuk memastikan pecahan yang masih berlaku, masyarakat bisa merujuk informasi resmi Bank Indonesia karena status uang dapat berubah sesuai kebijakan penerbitan dan penarikan.

6. Uang Koleksi Bisa Bernilai Beda dari Nominalnya

BI menerbitkan uang Rupiah khusus untuk tujuan tertentu, termasuk memperingati peristiwa berskala nasional atau internasional. Menurut ketentuan BI, uang khusus bisa punya nilai jual berbeda dari nilai nominalnya.

Uang bersambung atau uncut banknotes juga menarik perhatian kolektor karena lembarannya belum dipotong jadi satuan uang. Nilai koleksi dipengaruhi kelangkaan, kondisi fisik, dan minat pasar, jadi tidak selalu lebih tinggi dari nominal yang tercetak.

7. Rupiah Dilengkapi Fitur Keamanan untuk Mencegah Pemalsuan

Uang Rupiah punya sejumlah unsur pengaman, seperti benang pengaman, tinta yang berubah warna, hasil cetak timbul, tanda air (watermark), dan gambar saling isi (rectoverso). Unsur itu dirancang membantu masyarakat memeriksa keaslian sekaligus menyulitkan pemalsuan.

Pemeriksaan bisa dilakukan dengan metode 3D, yakni Dilihat, Diraba, dan Diterawang. Sinar ultraviolet atau kaca pembesar juga bisa dipakai untuk memeriksa detail yang tidak mudah terlihat mata telanjang.

Dari sejarah penerbitannya sampai fitur pengaman, Rupiah menyimpan banyak informasi yang berguna bagi masyarakat. Mengenali ciri dan asal-usulnya jadi cara sederhana untuk ikut menjaga mata uang nasional.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: metrotvnews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks