Pencarian

Rektor Baru ULM Iwan Aflanie Diminta Bawa Konsep Perubahan, Efendi Nurifansyah Sebut Tantangan Kampus Makin Kompleks

Selasa, 06 Oktober 2026 • 15:16:01 WIB
Rektor Baru ULM Iwan Aflanie Diminta Bawa Konsep Perubahan, Efendi Nurifansyah Sebut Tantangan Kampus Makin Kompleks
Efendi Nurifansyah menekankan kepemimpinan rektor baru ULM sebagai momentum memperkuat tata kelola kampus.

BANJARMASIN — Efendi Nurifansyah menekankan bahwa kepemimpinan rektor baru menjadi momentum penting untuk memperkuat tata kelola kampus. Menurutnya, perbaikan tidak cukup berhenti pada aspek administrasi, tetapi harus menyentuh kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan pelayanan akademik.

“Kepemimpinan rektor baru menjadi momentum penting memperkuat tata kelola kampus sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pelayanan akademik,” ucap Efendi Nurifansyah, pada Selasa (6/10/2026).

Mengapa ULM Disebut Butuh Langkah Strategis Baru

Eks Ketua Kadin Kota Banjarmasin itu menilai perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan dunia kerja bergerak lebih cepat dari kemampuan kampus beradaptasi. ULM, kata dia, membutuhkan gagasan yang mampu menjawab dinamika tersebut.

“ULM membutuhkan gagasan dan langkah strategis yang mampu menjawab perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, kebutuhan dunia kerja, serta dinamika masyarakat,” tuturnya.

Efendi mengingatkan agar rektor baru memiliki konsep perubahan yang jelas dan terukur. Arah perubahan harus bermuara pada kemajuan kampus dan manfaat bagi seluruh civitas akademika.

“Perubahan tentunya harus diarahkan untuk kemajuan ULM dan memberikan manfaat bagi seluruh civitas akademika,” ujar Efendi.

Perubahan Diminta Sentuh SDM, Riset, dan Digitalisasi Layanan

Menurut Efendi, konsep perubahan tidak semata-mata berkaitan dengan pergantian kebijakan atau struktur organisasi. Ada sejumlah area yang dinilainya lebih mendesak untuk dibenahi.

Perubahan itu mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan akademik, inovasi, riset, digitalisasi layanan, serta peningkatan daya saing lulusan. Efendi berkeinginan kepemimpinan Iwan Aflanie membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, alumni, dan pemangku kepentingan lain.

Keterbukaan komunikasi dinilai penting agar kebijakan universitas mempertimbangkan aspirasi dan kebutuhan berbagai unsur di lingkungan kampus.

“ULM memiliki sumber daya manusia dan potensi yang besar. Tinggal bagaimana potensi tersebut dikelola dengan konsep yang baik, transparan, inovatif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas,” tandasnya.

Kerja Sama dengan Pemda dan Dunia Usaha Jadi Sorotan

Selain bidang akademik, Efendi mengakui ULM semakin memperkuat kerja sama dengan pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, lembaga penelitian, serta berbagai institusi lainnya. Kolaborasi itu dinilainya sebagai modal penting bagi kampus di Kalimantan Selatan.

“Harapan kami, kepemimpinan baru ini dapat menjadi energi baru bagi ULM. Bukan hanya melanjutkan program yang sudah berjalan, tetapi juga berani menghadirkan gagasan baru yang relevan dengan tantangan zaman,” imbuh pria yang akrab disapa Pepen itu.

Terpilihnya Iwan Aflanie sebagai Rektor ULM menandai pergantian kepemimpinan di kampus yang selama ini menjadi rujukan pendidikan tinggi di Kalsel. Sorotan publik kini tertuju pada arah kebijakan yang akan diambil, terutama soal riset, digitalisasi, dan kesiapan lulusan menghadapi pasar kerja.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jejakrekam.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks