Pencarian

Harga Kedelai Sentuh Rp13.200 per Kg, Mendag Siapkan Opsi Subsidi

Selasa, 06 Oktober 2026 • 12:52:31 WIB
Harga Kedelai Sentuh Rp13.200 per Kg, Mendag Siapkan Opsi Subsidi
Harga kedelai di pasar domestik terpantau berada di kisaran Rp13.200 per kilogram.

KALIMANTAN SELATAN — Harga kedelai di pasar domestik kini berada di kisaran Rp13.200 per kilogram, naik dari sebelumnya sekitar Rp12 ribu per kg berdasarkan pantauan Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan pemerintah tengah membahas pemberian subsidi untuk meringankan beban perajin tahu dan tempe yang terhimpit kenaikan biaya produksi.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan bahwa Kementerian Perdagangan telah berkomunikasi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk membahas langkah intervensi. Rapat koordinasi terbatas yang dipimpin Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas disebut akan segera digelar guna memutuskan bentuk bantuan yang tepat bagi perajin.

"Tadi kami juga sudah komunikasi dengan Kemenko Pangan. Nanti secepatnya kita akan adakan rapat. Kalau dulu kan sudah dikasih subsidi. Nanti kita tunggu arahan pimpinan apakah subsidi atau apa, tapi sudah komunikasi," kata Budi di Kemendag, Jakarta Pusat.

Tekanan Biaya Produksi di Luar Kedelai

Keluhan datang bukan hanya soal harga bahan baku utama. Wakil Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) Kusnoto menyebut perajin kini menghadapi lonjakan di hampir semua komponen produksi.

Harga kedelai impor yang sebelumnya sekitar Rp9.500 per kg telah naik menjadi Rp11.600 hingga Rp12 ribu per kg. Sementara harga plastik kemasan melonjak dari kisaran Rp20 ribu-Rp25 ribu menjadi Rp35 ribu-Rp45 ribu per kg.

Biaya energi dan logistik turut menekan margin. Harga Minyakita naik dari HET Rp14 ribu menjadi Rp15.700 per liter, sementara kurs dolar AS yang pada 2022 berada di kisaran Rp14.500-Rp15.500 kini telah menyentuh sekitar Rp18 ribu.

Perajin Pilih Kecilkan Ukuran daripada Naikkan Harga

Alih-alih menaikkan harga jual, perajin memilih mengurangi ukuran produk. Gakoptindo mencatat harga tempe ukuran 250 gram dan tahu 500 gram masih ditahan di sekitar Rp5.000 karena kekhawatiran konsumen akan beralih jika harga dinaikkan.

Kebijakan subsidi sendiri bukan hal baru. Budi menyebut skema serupa pernah diterapkan sebelumnya, dan opsi itu kembali masuk dalam pembahasan rakor terbatas bersama Kemenko Pangan.

"(Solusi harga kedelai mahal) kalau yang kemarin kan pakai subsidi. Nanti kita nanti di rakor yang kita putuskan," ujarnya.

Faktor Global Jadi Pemicu

Budi menilai kenaikan harga kedelai tidak lepas dari kondisi perdagangan global, termasuk pergerakan harga minyak dunia. Meski demikian, pemerintah berkomitmen mencari jalan agar beban perajin tidak semakin berat.

"Sekarang kan memang kondisi perdagangan global, harga minyak dan sebagainya (jadi penyebab harga kedelai mahal). Tapi kan kita harus bisa bagaimana meringankan para perajin tempe dan sebagainya biar harganya murah dan terjangkau," ujarnya.

Bagi perajin tahu dan tempe, kepastian bentuk intervensi pemerintah menjadi krusial. Tanpa subsidi atau bantuan lain, tekanan biaya yang terus naik berpotensi memukul margin usaha kecil yang selama ini menopang kebutuhan pangan sehari-hari masyarakat.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks