BANJARMASIN — Siring Kota Banjarmasin dinilai punya posisi strategis untuk memperkenalkan kekayaan dan sejarah kepada warga lokal maupun pengunjung dari luar daerah. Kawasan itu disebut menjadi ruang pertemuan antara warisan budaya dan kegiatan ekonomi modern tanpa kehilangan karakter lokalnya.
Penilaian tersebut tidak lepas dari aktivitas yang berlangsung di kawasan tepi Sungai Martapura. Siring secara rutin dipakai untuk bazar UMKM, festival kuliner, pameran kerajinan, pertunjukan musik, kegiatan komunitas, hingga promosi produk lokal.
Dari Tempat Santai Jadi Ruang Kreasi Pelaku Usaha
Siring bukan hanya tempat masyarakat berjalan santai, berolahraga, menikmati pemandangan Sungai Martapura, atau menghabiskan waktu bersama keluarga. Kawasan ini dapat dikembangkan menjadi wajah ekonomi perkotaan.
Generasi muda disebut banyak memanfaatkan kawasan tersebut untuk kegiatan kreatif berkelanjutan, mulai dari fotografi, seni pertunjukan, musik, kuliner kreatif, kerajinan, hingga fesyen lokal. Dari aktivitas itulah Siring dinilai mampu menciptakan ruang publik yang memberi pelaku ekonomi tempat untuk terus berkreasi.
Untuk sampai ke sana, diperlukan konsep dan penataan kawasan yang konsisten, produk lokal berkualitas, serta kegiatan yang berlangsung secara berkelanjutan. Tanpa itu, potensi ekonomi Siring hanya berhenti sebagai wacana.
Kebersihan hingga Parkir Masih Jadi Pekerjaan Rumah
Sejumlah persoalan mendasar belum tuntas di kawasan ini. Kebersihan, parkir, lalu lintas, keamanan, penataan lapak, pengelolaan sampah, dan kenyamanan pejalan kaki disebut masih perlu menjadi perhatian.
Pembenahan itu bersinggungan langsung dengan kenyamanan pengunjung. Selama persoalan tersebut belum ditangani, arus kunjungan ke Siring berisiko tersendat dan dampaknya ikut dirasakan pedagang yang menggantungkan pendapatan dari kawasan tersebut.
Modal Kota Seribu Sungai yang Belum Dimaksimalkan
Banjarmasin perlu menegaskan kembali karakter ekonominya. Julukan Kota Seribu Sungai dinilai bukan sekadar label yang melekat pada sejarah dan kehidupan masyarakat, melainkan modal ekonomi, sosial, budaya, dan pariwisata yang seharusnya menjadi kekuatan utama pembangunan kota.
Harapannya, ruang publik di Banjarmasin terus mampu menciptakan nilai tambah ekonomi, membuka kesempatan usaha, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Siring menjadi salah satu kawasan yang paling siap mengemban peran itu, dengan catatan penataan dan pengelolaannya dijalankan konsisten.