Pencarian

Pelindo Palembang Pastikan Layanan Pelabuhan Normal Usai Kabut Asap Musi

Jumat, 16 Oktober 2026 • 12:52:01 WIB
Pelindo Palembang Pastikan Layanan Pelabuhan Normal Usai Kabut Asap Musi
Petugas Pelindo Regional 2 Palembang melayani keberangkatan penumpang kapal cepat di terminal pelabuhan setelah operasional kembali normal.

KALIMANTAN SELATAN — Pelindo Regional 2 Palembang memastikan seluruh aktivitas pelayanan dan operasional pelabuhan berjalan normal usai penutupan sementara akibat kabut asap tebal di Sungai Musi. General Manager Darmawi menegaskan keselamatan pengguna jasa tetap menjadi prioritas utama. Penutupan sehari sebelumnya sempat menghentikan layanan sejak pukul 06.00 WIB.

Pelindo Regional 2 Palembang menyatakan tidak ada gangguan berarti pada layanan kepelabuhanan setelah kabut asap yang menyelimuti kawasan Sungai Musi berlalu. Keberangkatan dan kedatangan penumpang di terminal tetap melayani kapal cepat maupun kapal kecil, termasuk rute Palembang–Bangka yang dilayani kapal cepat Express Bahari.

Menurut GM Pelindo Regional 2 Palembang Darmawi, pihaknya mengutamakan keselamatan dan keamanan pengguna jasa di tengah kondisi cuaca yang berubah cepat. Pernyataan itu disampaikan Darmawi pada Jumat pagi, 16 Oktober 2026.

Kabut Asap Paksa Pelabuhan Tutup Sejak Pagi

Fenomena kabut asap tebal melanda kawasan Sungai Musi pada Kamis, 15 Oktober 2026. Jarak pandang di perairan turun drastis hingga membahayakan lalu lintas pelayaran.

Pelindo Regional 2 Palembang mengambil langkah tegas dengan menutup sementara operasional pelabuhan sejak pukul 06.00 WIB hingga siang hari. Keputusan itu diambil karena jarak pandang aman di sungai minimal 150 meter, sementara kondisi saat itu jauh di bawah ambang tersebut.

"Kami pun memutuskan untuk menutup operasional kerja dari jam 6 pagi hingga siang harinya. Karena jarak pandang aman di sungai minimal 150 meter lah ya," kata Darmawi.

Sistem Stop Work Authority Jadi Dasar Penghentian Layanan

Pelindo Regional 2 Palembang kini menerapkan sistem stop work authority (SWA) pada seluruh jenis layanan. Kebijakan itu mencakup pelayanan dermaga, pelayanan kapal, operasi alat berat, hingga kegiatan di area terbatas.

Mekanisme SWA memungkinkan penghentian kegiatan layanan dan operasional di lingkup Pelindo Palembang jika muncul situasi berisiko tinggi bagi keselamatan. Penerapan SWA saat kabut asap menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan itu bekerja di lapangan.

"Sebagai bentuk tanggungjawab Pelindo kepada masyarakat, kami tetap mengutamakan sisi keselamatan dan keamanan pengguna jasa Pelindo Regional 2 Palembang," ujar Darmawi.

Dampak ke Penumpang dan Pelaku Usaha Pelabuhan

Penumpang yang hendak menyeberang ke Bangka maupun sebaliknya tetap terlayani setelah operasional dibuka kembali. Kapal cepat Express Bahari beroperasi normal, begitu pula sejumlah kapal kecil yang bersandar di dermaga Pelindo.

Bagi pelaku usaha yang bergantung pada bongkar muat dan jasa kepelabuhanan, keputusan penutupan sementara memang sempat menunda aktivitas. Namun penghentian layanan dinilai lebih aman dibanding memaksakan operasi saat jarak pandang tidak memenuhi syarat keselamatan pelayaran.

Pelindo Regional 2 Palembang membawahi sejumlah pelabuhan di wilayah Sumatera Bagian Selatan, dengan Pelabuhan Palembang sebagai salah satu simpul utama transportasi sungai dan penyeberangan ke Kepulauan Bangka Belitung.

Normalnya layanan pasca-kabut asap menunjukkan kesiapan operator pelabuhan menghadapi cuaca ekstrem yang kerap melanda kawasan Sungai Musi pada periode tertentu. Keselamatan pelayaran tetap menjadi pertimbangan pertama sebelum layanan penuh dibuka kembali.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: sumeks.disway.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks