Ultah Anak Tetap Kompak: Pesan Wardatina Mawa untuk Orang Tua Berpisah

Penulis: Vicky Prasetya  •  Senin, 26 Oktober 2026 | 12:53:31 WIB
Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi hadir bersama merayakan ulang tahun putra mereka, Afnan, meski keduanya telah berpisah.

KALIMANTAN SELATAN — Perayaan ulang tahun Afnan pada Minggu (25/10/2026) jadi bukti bahwa perpisahan orang tua tak harus merusak momen anak. Wardatina Mawa dan Insanul Fahmi hadir bersama, dengan satu pesan yang layak direnungkan setiap ibu dan ayah yang sedang berpisah.

Wardatina Mawa mengunggah momen perayaan ulang tahun putranya, Afnan, melalui akun Instagram pribadinya. Insanul Fahmi, mantan suaminya, turut hadir di sisi anak mereka meski rumah tangga keduanya sudah berakhir.

Dalam foto tersebut, Mawa tampil mengenakan busana panjang kuning muda dengan hijab senada. Insanul memilih pakaian serba hitam, berdiri di sisi Afnan yang antusias mendekati kue ulang tahun bertema sepak bola.

Dekorasi bernuansa biru dan putih memenuhi ruangan. Suasana perayaan terlihat hangat, jauh dari kesan canggung yang sering dibayangkan orang saat melihat mantan pasangan bertemu.

Pesan Satu Kalimat yang Menyentuh Warganet

Di keterangan unggahannya, Mawa menulis kalimat singkat yang langsung diperbincangkan warganet. Kalimat itu jadi inti dari cara pandangnya soal perpisahan.

"Yang rusak itu rumah tangga kita bukan rumah nya anakk," tulis Mawa disertai emoji.

Kalimat tersebut menegaskan satu hal: berakhirnya pernikahan bukan berarti berakhirnya tanggung jawab sebagai orang tua. Rumah bagi anak tetap harus berdiri, apa pun status hubungan ayah dan ibunya.

Mengapa Kehadiran Kedua Orang Tua Penting di Hari Ulang Tahun

Ulang tahun adalah momen anak merasa dilihat dan dirayakan. Kehadiran ayah dan ibu bersamaan, meski sudah berpisah, memberi sinyal bahwa kasih sayang mereka tidak ikut terbagi atau berkurang.

Anak usia prasekolah hingga sekolah dasar umumnya belum sepenuhnya memahami konsep perceraian. Yang mereka tangkap adalah suasana: apakah ayah dan ibu masih bisa duduk satu ruangan tanpa ketegangan.

Psikolog anak sering menekankan bahwa konflik terbuka antara orang tua lebih membebani anak dibanding fakta perpisahan itu sendiri. Karena itu, momen seperti ulang tahun sebaiknya dijaga tetap netral dan berfokus pada anak.

Cara Menjaga Momen Anak Setelah Berpisah

Perayaan bersama tidak harus mewah. Yang menentukan kesan anak adalah konsistensi dan ketenangan orang tua saat berada di ruangan yang sama.

  • Sepakati pembagian waktu dan peran jauh sebelum acara, agar tidak ada perdebatan di depan anak.
  • Hindari membahas urusan pribadi atau konflik lama selama acara berlangsung.
  • Biarkan anak menjadi pusat perhatian, bukan jadi penengah antara ayah dan ibunya.
  • Foto bersama boleh diambil, tapi jangan memaksa anak berpose jika ia tidak nyaman.

Anak yang melihat ayah dan ibunya bisa bekerja sama akan lebih mudah menerima kondisi keluarganya. Ia belajar bahwa perpisahan bukan akhir dari rasa sayang.

Kapan Perlu Bantuan Profesional

Sebagian anak menunjukkan reaksi yang perlu diperhatikan setelah orang tua berpisah, terutama di momen-momen emosional seperti ulang tahun.

Waspadai jika anak menarik diri, sering marah tanpa sebab jelas, sulit tidur, atau menolak bertemu salah satu orang tua. Perubahan perilaku yang berlangsung berminggu-minggu sebaiknya dikonsultasikan ke psikolog anak.

Orang tua juga bisa meminta pendampingan untuk mengatur pola asuh bersama. Kesepakatan yang jelas membantu anak merasa aman di kedua rumah.

Perayaan ulang tahun Afnan menunjukkan bahwa perpisahan dan kebersamaan demi anak bisa berjalan berdampingan. Bagi ibu yang sedang menghadapi situasi serupa, satu hal yang bisa dipegang: yang perlu dijaga bukan bentuk keluarganya, melainkan rasa aman anak di dalamnya.

Reporter: Vicky Prasetya
Sumber: lifestyle.sindonews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top