PARINGIN — Kepala Pelaksana BPBD Balangan Rahmi memastikan hujan yang mengguyur wilayah itu bukan fenomena iklim murni, melainkan hasil intervensi teknologi. "Ini merupakan hujan buatan hasil operasi modifikasi cuaca," ujarnya.
Warga Tebing Tinggi, Rahmad Sadikin (25), menyebut udara pagi di Paringin jauh lebih segar dibanding hari-hari sebelumnya. Jarak pandang saat berkendara juga sudah normal kembali.
"Alhamdulillah, pagi ini udara terasa jauh lebih segar dan langit Paringin kembali cerah. Jarak pandang saat berkendara juga sudah sepenuhnya normal, tidak ada halangan kabut jadi tidak waswas lagi di jalan," kata Rahmad, Senin (26/10).
Kabut asap pekat yang sebelumnya menyelimuti pusat kota Paringin tampak memudar pasca-guyuran hujan deras pada Minggu sore. Warga kembali beraktivitas di luar rumah tanpa kekhawatiran seperti beberapa hari terakhir.
Rahmad berharap curah hujan itu efektif menekan titik panas di area pedalaman Balangan. Menurutnya, persoalan lahan terbakar harus segera teratasi agar asap tidak kembali menyelimuti wilayah tersebut.
"Semoga guyuran hujan ini benar-benar efektif menekan titik panas di area pedalaman, sehingga persoalan lahan terbakar ini bisa segera teratasi dan asapnya tidak kembali lagi," harapnya.
Perbaikan visual langit Balangan belum sepenuhnya tercermin pada data kualitas udara di kawasan sekitar. Berdasarkan ISPU di Mabuun, Kabupaten Tabalong, pada Senin (26/10) pukul 09.00 WITA, kadar polutan PM2.5 tercatat 368.
Angka itu masuk kategori hitam atau "Berbahaya". Artinya, risiko paparan masih tinggi bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan, terutama kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Stasiun Meteorologi Kelas I Syamsudin Noor Banjarmasin memprakirakan Kabupaten Balangan masih diguyur hujan pada Senin, 26 Oktober 2026. Masyarakat diminta waspada terhadap potensi hujan disertai kilat atau petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang hingga sore hari.
Untuk Selasa (27/10), potensi hujan dengan intensitas serupa diperkirakan bergeser ke waktu malam hingga dini hari di wilayah Balangan dan Tabalong. Pola ini memberi peluang lanjutan bagi upaya membasahi lahan dan membersihkan udara.
Pemerintah daerah dan BPBD setempat belum menyampaikan rencana lanjutan operasi modifikasi cuaca setelah hujan buatan terakhir. Warga diimbau tetap memantau informasi cuaca dan membatasi aktivitas luar ruang selama kadar polutan belum turun signifikan.