BANJARMASIN — Dinas Perhubungan Kalimantan Selatan bersama Bank Kalsel menyepakati kerja sama lewat agenda "Bersama Menggerakkan Transportasi Banua" untuk memperkuat layanan angkutan umum di provinsi itu. Dukungan konkret yang dihadirkan berupa program Tarif Papadaan, skema tarif yang dirancang lebih ringan bagi penumpang.
Langkah tersebut menyasar kebutuhan mobilitas harian masyarakat, mulai dari perjalanan ke tempat kerja, sekolah, hingga keperluan lain. Dengan biaya yang lebih terjangkau, angkutan umum diharapkan kembali masuk hitungan warga sebagai pilihan perjalanan.
Beban biaya perjalanan dinilai menjadi salah satu penghambat utama orang meninggalkan kendaraan pribadi. Dishub Kalsel menempatkan keterjangkauan tarif sebagai prioritas sebelum menyentuh aspek lain seperti kenyamanan dan integrasi layanan.
Tarif yang ringan memberi ruang bagi penumpang rutin untuk menghitung ulang pengeluaran transportasi mereka setiap bulan. Bagi pelajar dan pekerja dengan perjalanan harian, selisih biaya sekecil apa pun berdampak langsung ke kantong.
Peningkatan pemakaian angkutan umum disebut bakal membantu mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap kendaraan pribadi. Jika warga beralih, arus lalu lintas di kawasan perkotaan diharapkan lebih tertata.
Pemerintah provinsi memandang sinergi lintas sektor sebagai kunci pengembangan layanan transportasi publik. Keterlibatan Bank Kalsel dalam program ini menunjukkan dukungan sektor perbankan terhadap penyediaan layanan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan di Kalimantan Selatan.
Dishub Kalsel dan Bank Kalsel belum merinci besaran potongan tarif maupun rute yang tercakup dalam program ini. Rincian teknis dan jadwal penerapan penuh masih menunggu pengumuman resmi kedua pihak.