BANJARMASIN — Ibnu Sina menilai posisi Bank Kalsel sebagai bank pembangunan daerah bukan sekadar lembaga penyimpan kas pemerintah. Dalam acara Sharing Session Performance Review Meeting Bank Kalsel bersama AksEL University di Banjarmasin, ia menempatkan bank daerah itu sebagai penggerak pembiayaan sektor produktif yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.
Forum evaluasi kinerja itu mempertemukan pengelola Bank Kalsel dengan kalangan akademik untuk membedah kontribusi nyata bank daerah terhadap pembangunan. Bagi Ibnu Sina, hasil evaluasi semacam ini penting agar peran bank tidak berhenti di tataran konsep.
Menurut Ibnu Sina, Bank Kalsel memegang posisi sentral dalam mengoptimalkan pengelolaan keuangan daerah dan memperkuat kapasitas fiskal pemerintah. Peran itu membuat bank daerah terlibat langsung dalam menjaga arus kas pemda, termasuk saat belanja harus dipangkas.
Ia menambahkan, bank ini juga membuka akses pembiayaan bagi sektor-sektor produktif. Pembiayaan yang mengalir ke sektor riil dinilai lebih berdampak pada warga dibanding penempatan dana yang berhenti di rekening pemerintah.
Ibnu Sina menyoroti tantangan pemerintah untuk mendongkrak pendapatan sekaligus meningkatkan efisiensi belanja. Dalam kondisi itu, perbankan daerah dinilai semakin dibutuhkan sebagai penyangga fiskal.
Sinergi antara Bank Kalsel dan pemerintah daerah, kata dia, juga diperlukan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Dampak lanjutannya adalah peningkatan kualitas pelayanan publik di Banjarmasin dan wilayah lain di Kalimantan Selatan.
Dukungan Bank Kalsel diharapkan tidak berhenti pada penguatan manajemen keuangan pemerintah daerah. Ibnu Sina menekankan bank daerah perlu menggerakkan roda ekonomi warga lewat pembiayaan yang produktif dan berkelanjutan.
Dengan begitu, keberadaan bank daerah dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat Kalimantan Selatan. Manfaat itu tidak hanya terlihat dari laporan keuangan, tetapi juga dari usaha warga yang berjalan.
Ke depan, Bank Kalsel diharapkan memantapkan sinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi yang kuat disebut menjadi kunci menyukseskan pembangunan Banjarmasin sekaligus memperkokoh fondasi pertumbuhan ekonomi daerah dalam jangka panjang.