BANJARMASIN — Sekretaris Umum PBVSI Kalsel, H. Azhar Rasyid, menyatakan kejuaraan ini menjadi bagian dari persiapan daerah menjaring atlet terbaik yang diproyeksikan tampil di PON Pantai. Pihaknya menyiapkan tim khusus untuk menilai dan menentukan pemain yang layak masuk skuad bola voli pantai Kalsel.
Kejurprov kali ini mempertandingkan dua nomor: 2×2 putra dan 2×2 putri. Kedua nomor itu sekaligus menjadi fokus pembentukan tim yang disiapkan menghadapi persaingan tingkat nasional.
PBVSI Kalsel mengundang peserta dari kabupaten/kota di seluruh provinsi. Komposisi peserta tidak merata — sejumlah daerah hanya mengirimkan tim putra atau tim putri saja.
Rasyid menilai persaingan dalam Kejurprov ini diharapkan memberi gambaran mengenai kesiapan atlet dari masing-masing daerah. "Sejumlah atlet juga telah mengikuti pemusatan latihan dan kejuaraan di Pulau Jawa sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan bertanding," ujarnya.
Seleksi tidak dilakukan lewat uji coba terpisah. Tim penilai PBVSI Kalsel memantau kemampuan atlet sepanjang pertandingan berlangsung, lalu menentukan siapa yang dinilai layak masuk skuad.
"Kejuaraan ini dalam rangka menyiapkan para atlet untuk diseleksi menuju PON Pantai yang akan dilaksanakan pada November 2026," kata Rasyid.
Format 2×2 yang dipertandingkan di Banjarmasin sama dengan nomor yang akan dimainkan di PON Pantai. Kesamaan format itu membuat hasil Kejurprov bisa jadi acuan awal menyusun kekuatan tim.
PON Pantai dijadwalkan bergulir November 2026. Dari Kejurprov ini, PBVSI Kalsel berharap proses seleksi menghasilkan atlet yang siap bersaing di tingkat nasional.
"Sekaligus memperkuat persiapan menghadapi PON Pantai tahun ini," imbuh Rasyid.
Pertandingan digelar tiga hari di Lapangan Voli Pasir Jalan Gatot Subroto, Banjarmasin, mulai Jumat (16/10/2026) hingga Minggu (18/10/2026).