BANJARMASIN — Kompetisi tahunan yang digagas Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Kedokteran Spesialis (HIMA PSKPS) FKIK ULM ini menjadi pintu masuk bagi pelajar SMA untuk mengenal langsung atmosfer perkuliahan kedokteran. Peserta yang lolos ke final datang dari empat provinsi, dengan mayoritas berasal dari Kalimantan Selatan.
Bagi siswa kelas XII, AVIMSA berfungsi ganda: ajang pembuktian kompetensi akademik sekaligus sarana memetakan peluang pendidikan tinggi di bidang kesehatan. Panitia membuka rangkaian acara melalui penabuhan gong oleh Rektor ULM bersama Dekan FKIK ULM dan ketua pelaksana, dilanjutkan pemotongan tumpeng.
Dekan FKIK ULM: Kompetisi Ini Beri Gambaran Nyata Perkuliahan Kedokteran
Dekan FKIK ULM Prof. Dr. dr. Syamsul Arifin, M.Pd., FISPH., FISCM menekankan pentingnya AVIMSA sebagai ruang bagi siswa menunjukkan karya terbaik. Dalam sambutannya, ia menyebut kompetisi ini tidak hanya mengembangkan potensi peserta, tetapi juga memberi gambaran nyata soal lingkungan akademik, pengembangan ilmu pengetahuan, dan atmosfer perkuliahan di FKIK ULM.
Pesan itu menyasar langsung kekhawatiran calon mahasiswa yang sering ragu memilih jurusan kesehatan karena bayangan seleksi ketat dan beban studi berat. Lewat kompetisi, siswa bisa mengukur kesiapan mereka sejak bangku SMA.
Rektor ULM Apresiasi Rekam Jejak AVIMSA di Tingkat Regional
Rektor ULM menilai AVIMSA telah berkembang menjadi salah satu kompetisi paling bergengsi di tingkat sekolah menengah atas. Menurutnya, ajang ini memacu keberanian dan kepercayaan diri peserta menghadapi tantangan akademik di jenjang selanjutnya.
"AVIMSA semakin eksis dan semakin kuat. Ini merupakan kompetisi bergengsi di tingkat sekolah menengah atas," ungkap Rektor ULM.
Ia juga mengingatkan panitia dan dewan juri soal pentingnya penilaian objektif dan dapat dipertanggungjawabkan. Integritas dalam penjurian diharapkan melahirkan hasil adil dan prestasi yang benar-benar bermakna bagi peserta.
30 Tim dari 106 Pendaftar: Sebaran Peserta Lintas Provinsi
Dari total 106 tim pendaftar, hanya 30 tim terbaik yang berhasil menembus babak final. Peserta berasal dari Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.
Sebaran peserta lintas provinsi itu memperkuat posisi FKIK ULM sebagai institusi pendidikan kedokteran pilihan di kawasan regional. Kompetisi ini sekaligus menjaring bakat muda di bidang medis dari luar Kalimantan Selatan.
Bagi FKIK ULM, AVIMSA bukan sekadar ajang lomba tahunan. Kegiatan ini menjadi jalur promosi kampus yang menyasar langsung siswa sekolah menengah atas, kelompok yang sedang menentukan arah studi lanjut mereka.