Gunung Ibu Maluku Utara Erupsi 12 Kali dalam Sepekan, Status Waspada

Penulis: Udin Syamsul  •  Selasa, 13 Oktober 2026 | 10:24:01 WIB
Gunung Ibu di Halmahera Barat kembali erupsi pada Selasa pagi dengan durasi 50 detik.

KALIMANTAN SELATAN — Gunung Ibu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara, kembali erupsi pada Selasa (13/10/2026) pukul 09.46 WIT dengan amplitudo maksimum 28 milimeter dan durasi 50 detik. Dalam sepekan terakhir, gunung berapi aktif ini tercatat sudah meletus 12 kali. PVMBG masih mempertahankan status Gunung Ibu di Level II (Waspada) dengan zona larangan radius 2 kilometer dari kawah.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan bahwa visual letusan erupsi terbaru tidak teramati dari permukaan. Meski begitu, getaran erupsi terekam jelas di seismograf melalui aplikasi MAGMA Indonesia. Data ini menjadi dasar pemantauan intensif yang dilakukan tim pengamat gunung api setempat.

Sepanjang pengamatan kegempaan pada 13 Oktober 2026 pukul 00.00-23.59 WIT, tercatat 112 kali gempa letusan dengan amplitudo 15-28 milimeter dan lama gempa 33-77 detik. Selain itu, terdeteksi 6 kali gempa hembusan beramplitudo 6-10 milimeter serta 15 kali gempa harmonik dengan amplitudo 2-20 milimeter.

Status Level II dan Zona Larangan Radius 2 Kilometer

Tingkat aktivitas Gunung Ibu masih berada di Level II (Waspada). PVMBG mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat sekitar dan wisatawan agar tidak beraktivitas di dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.

Perluasan sektoral juga diberlakukan hingga jarak 3,5 kilometer ke arah bukaan kawah di bagian utara. Zona ini dinilai paling berisiko terdampak lontaran material vulkanik jika terjadi erupsi susulan. Warga yang bermukim di sekitar lereng diminta terus memantau informasi resmi dari PVMBG.

Gunung Ibu Terbanyak Kedua Erupsi Sepanjang 2026

MAGMA Indonesia mencatat 5.090 letusan gunung api di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2026. Gunung Semeru di Jawa Timur memimpin dengan 1.978 kali letusan. Gunung Ibu menyusul di posisi kedua dengan 1.708 kali erupsi sepanjang periode yang sama.

Frekuensi erupsi Gunung Ibu yang tinggi menjadikannya salah satu gunung api paling aktif di Indonesia saat ini. Meski sebagian besar letusan berskala kecil, pemantauan berkelanjutan tetap dilakukan mengingat potensi peningkatan status sewaktu-waktu.

Informasi bagi Warga dan Pendaki

Bagi traveler yang berencana mendaki atau berkemah di kawasan Gunung Ibu, sangat disarankan menunda kunjungan hingga status turun ke Level I (Normal). Informasi terkini soal aktivitas vulkanik dapat dikonfirmasi melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau kantor PVMBG setempat.

Warga di sekitar lereng juga diimbau menyiapkan masker dan pelindung mata untuk mengantisipasi abu vulkanik. Jalur evakuasi dan titik kumpul sebaiknya dikenali sejak dini, terutama bagi yang tinggal dalam radius terdampak.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: databoks.katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top