BDS Yordania Serukan Boikot Konser Andrea Bocelli di Petra 27 November

Penulis: Sofyan Basri  •  Sabtu, 10 Oktober 2026 | 15:20:01 WIB
BDS Yordania menyerukan boikot konser Andrea Bocelli di Petra pada 27 November.

KALIMANTAN SELATAN — Gerakan Boycott, Divestment, Sanctions (BDS) Yordania menyerukan pemboikotan konser Andrea Bocelli yang dijadwalkan berlangsung di situs bersejarah Petra pada 27 November mendatang. Seruan ini muncul karena rekam jejak dukungan penyanyi tenor asal Italia itu terhadap Israel, termasuk pernah tampil di Stadion Tel Aviv pada 2022 dan bernyanyi dalam acara penggalangan dana untuk militer Israel di Los Angeles pada 2010. Pihak penyelenggara lokal masih berupaya mempertahankan gelaran tersebut dengan alasan dampak positif bagi pariwisata Yordania.

Penyanyi tenor berusia 68 tahun itu dijadwalkan tampil di Petra sebagai bagian dari rangkaian tur dunia Romanza, yang dirancang untuk merayakan tiga dekade perjalanan karier bermusiknya. Konser ini semula diproyeksikan menjadi salah satu pertunjukan kelas dunia di kawasan Timur Tengah.

Namun, rencana tersebut menghadapi penolakan keras dari gerakan BDS Yordania. Mereka secara terbuka menyerukan kepada publik untuk tidak membeli tiket dan menuntut pembatalan pertunjukan.

Seruan Boikot BDS Yordania

Dalam pernyataan tertulis pada Rabu (7/10), BDS Yordania mengajak masyarakat menolak kehadiran Bocelli. Seruan ini disampaikan langsung melalui kanal resmi gerakan tersebut.

"Kami menyerukan kepada Anda untuk memboikot konser Andrea Bocelli karena dukungannya yang telah lama diberikan secara terbuka kepada musuh Israel... Jangan beli tiket! Tuntut... pembatalan konser ini," demikian pernyataan BDS Yordania.

Gerakan itu juga menyoroti pemilihan Petra sebagai lokasi konser. Menurut mereka, situs warisan dunia UNESCO tersebut tidak layak menjadi panggung bagi musisi yang pernah mendukung militer Israel.

"Sangat tidak dapat diterima jika Petra yang menjadi salah satu situs paling ikonis di Yordania dan dunia Arab jadi panggung bagi seseorang yang pernah menggalang dana untuk tentara pendudukan," lanjut pernyataan tersebut.

Rekam Jejak Bocelli dan Israel

Bocelli tercatat pernah tampil langsung di Stadion Tel Aviv pada 2022. Saat itu, ia manggung di hadapan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mengabaikan seruan boikot dari aktivis pro-Palestina.

Dua belas tahun sebelumnya, tepatnya pada 2010, pelantun lagu-lagu klasik itu bernyanyi dalam acara penggalangan dana untuk mendukung militer Israel di Los Angeles. Dua momen inilah yang menjadi dasar utama desakan boikot dari BDS Yordania.

Penyelenggara Pertahankan Konser

Di sisi lain, pihak penyelenggara lokal berupaya mempertahankan gelaran tersebut. Direktur Eksekutif asosiasi penyelenggara, Souha Bawab, menilai kedatangan Bocelli sebagai momentum berharga bagi pariwisata setempat.

Bawab menyebut pertunjukan musik kelas dunia ini sebagai kesempatan emas untuk "menampilkan Yordania kepada dunia" sekaligus "memperkuat statusnya sebagai destinasi yang memadukan warisan sejarah dan pengalaman budaya."

Petra sendiri merupakan situs warisan dunia UNESCO dan menjadi destinasi utama wisatawan mancanegara di Yordania. Kawasan ini terkenal dengan bangunan kuil megah yang dipahat langsung di dinding batu berwarna merah muda.

Dampak bagi Tur Romanza

Konser di Petra menjadi salah satu jadwal penting dalam tur Romanza yang menyambangi berbagai kota dunia. Jika desakan boikot berlanjut, penyelenggara menghadapi tekanan ganda: mempertahankan jadwal sekaligus menjaga citra Yordania di mata publik internasional.

Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pihak Bocelli maupun promotor internasional terkait seruan boikot tersebut. Keputusan akhir soal keberlangsungan konser 27 November mendatang masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

Reporter: Sofyan Basri
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top