KALIMANTAN SELATAN — Presiden Prabowo Subianto tiba di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Rabu (26/8) siang untuk memantau langsung proses pemulihan pascagempa berkekuatan M7,7 yang merusak Pulau Flores. Berdasarkan siaran langsung Sekretariat Presiden, kepala negara mendarat menggunakan helikopter kepresidenan sebelum menuju posko penanganan bencana dengan kendaraan taktis Maung.
Kedatangan Presiden pada H+11 bencana itu merupakan bentuk pengawasan langsung atas instruksi yang ia berikan sejak awal. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden sejak awal memerintahkan penanganan darurat dan penyaluran bantuan berjalan cepat, terarah, dan merata.
Dalam dua pekan terakhir, Sekretariat Presiden mencatat telah menyalurkan bantuan logistik dalam jumlah besar ke wilayah terdampak. Total bantuan mencapai 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, serta 10,29 ton air mineral, di luar obat-obatan, tenda, selimut, matras, dan peralatan komunikasi.
Dukungan fasilitas kesehatan juga diperkuat melalui pengerahan aset militer. KRI Soeharso-990 milik TNI AL telah bersandar di Pelabuhan Reo, Kabupaten Manggarai, untuk difungsikan sebagai rumah sakit lapangan. Sementara itu, Rumah Sakit Kapal Ksatria Airlangga bersandar di Teluk Nangalirang, Kabupaten Manggarai Timur.
Setelah meninjau lokasi, Presiden langsung menggelar rapat penanganan bencana di Posko Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo. Rapat itu dihadiri Mensesneg Prasetyo Hadi, Mendagri Tito Karnavian, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita, dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Kehadiran jajaran menteri dan pimpinan institusi keamanan dalam satu forum menunjukkan penanganan bencana ini melibatkan lintas sektor. Koordinasi tersebut dinilai krusial mengingat wilayah terdampak tersebar di beberapa kabupaten di Pulau Flores dengan akses yang sulit.
Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa penanganan dampak gempa tidak akan berhenti pada masa tanggap darurat. Pemerintah berkomitmen melanjutkan proses pemulihan secara bertahap melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak.
"Tidak hanya melalui rehabilitasi fasilitas dan layanan yang terdampak, tetapi juga rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur dan kehidupan masyarakat secara lebih baik dan berkelanjutan," ujar Prasetyo Hadi dalam keterangan resminya.
Pernyataan itu mengindikasikan bahwa pemerintah pusat akan fokus pada pembangunan kembali infrastruktur vital yang rusak akibat gempa. Langkah ini mencakup perbaikan layanan publik serta pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak langsung oleh bencana alam tersebut.