BANJARBARU — Dinas Sosial Kalimantan Selatan memastikan kesiapan personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan sejumlah armada untuk diterjunkan dalam operasi penanganan karhutla secara serentak. Operasi ini direncanakan berlangsung bertepatan dengan agenda kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Provinsi Kalimantan Selatan.
Keterlibatan Dinsos Kalsel menambah daftar unsur yang dikerahkan Pemprov Kalsel dalam operasi pemadaman kali ini. Sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Udara Karhutla Kalsel juga telah memperkuat operasi pemadaman melalui patroli dan pengeboman air dari udara.
Intensitas kebakaran di wilayah Kalsel memang tengah tinggi. BMKG Stasiun Meteorologi Syamsudin Noor mencatat sebanyak 776 titik panas atau hotspot terdeteksi di Kalimantan Selatan. Data ini menjadi dasar utama bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan status siaga dan memaksimalkan upaya pencegahan.
Tingginya jumlah titik panas tersebut juga memicu respons cepat di tingkat kota. Di Kota Banjarbaru, kondisi ini mendorong aksi solidaritas dari berbagai elemen masyarakat untuk ikut membantu upaya pemadaman dan penanganan dampak kabut asap.
Pengerahan personel Tagana dari Dinsos Kalsel diharapkan mampu memperkuat satuan tugas yang sudah bekerja di lapangan. Mereka akan bersinergi dengan Satgas Udara Karhutla yang fokus pada pemadaman dari langit serta tim darat dari berbagai instansi terkait.
Kombinasi kekuatan darat dan udara ini dinilai penting untuk mengendalikan api yang kerap muncul di lahan gambut. Titik api di area tersebut sulit terlihat dari permukaan, sehingga dukungan personel yang terlatih dan peralatan yang memadai sangat dibutuhkan.
Penanganan karhutla menjadi prioritas menjelang kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Kalsel. Pemerintah daerah berupaya memastikan wilayah tetap aman dan kondusif, termasuk dari ancaman kabut asap yang dapat mengganggu aktivitas masyarakat dan operasional penerbangan.
Operasi penanganan serentak ini menjadi bagian dari persiapan menyambut agenda nasional tersebut. Pemprov Kalsel terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait untuk memastikan kesiapan personel dan logistik di lapangan.