Aksi BEM Se-Kalsel Ricuh di Depan Rumah Banjar, Pagar Copot dan Mahasiswa Pingsan saat Dorong-Dorongan dengan Polisi

Penulis: Udin Syamsul  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:31:01 WIB
Massa aksi Aliansi BEM Se-Kalimantan Selatan terlibat dorong-dorongan dengan petugas kepolisian di depan Gedung Rumah Banjar, Banjarmasin, Kamis petang.

BANJARMASIN — Ketegangan pecah dalam aksi unjuk rasa Aliansi BEM Se-Kalimantan Selatan di depan Gedung Rumah Banjar, Kamis petang. Massa yang kesal karena tuntutannya tidak direspons melakukan aksi dorong-dorongan dengan petugas kepolisian, menyebabkan satu pagar di bagian pintu keluar copot dan ikut dibawa massa ke tengah jalan.

Sebelumnya, bentrok sempat terjadi di pintu masuk gedung. Namun, karena kalah jumlah, peserta aksi bergeser ke sisi lain dan kembali memancing ketegangan. Sejumlah mahasiswa dilaporkan pingsan akibat benturan, dan Kapolresta Banjarmasin Kombespol Riza Muttaqin terlihat langsung membantu menggotong korban ke mobil ambulans.

Dialog Buntu, Emosi Massa Terpancing

Kericuhan ini berawal dari dialog yang menemui jalan buntu. Massa sempat bertemu dengan perwakilan DPRD Provinsi Kalsel, PLN, Pertamina, dan Dinkes Kalsel, namun perwakilan tersebut memilih meninggalkan lokasi tanpa kata sepakat. Hal ini membuat emosi ratusan mahasiswa terpancing.

Tuntutan yang disuarakan mencakup penanganan kabut asap dan karhutla di Kalsel, kelistrikan, hingga antrean BBM di sejumlah SPBU. "Penanganan karhutla di Kalsel kalau dua minggu tak selesai, Gubernur Kalsel siap diturunkan, PLN bisa mengembalikan seluruh kelistrikan di Kalsel, ada kompensasi 50 persen, kalau tidak GM mundur," tegas Rizki, salah seorang peserta aksi.

Ultimatum Dua Minggu Dinilai Terlalu Berat

Menanggapi desakan mahasiswa, Ketua DPRD Provinsi Kalsel Supian HK menyatakan akan melakukan evaluasi bersama. Namun, ia menilai tenggat dua minggu untuk menuntaskan kabut asap adalah hal yang mustahil karena berkaitan dengan kondisi alam.

"Kita evaluasi bersama, jangan menyalah-nyalahkan. Kalau divonis dua minggu terlalu berat. Semuanya terlibat, kami bukan diam. Jangan dua minggu kita tidak mau tanda tangan, itu kami bersama menanggulangi itu. Pansus ada tahapan," ujarnya.

Selain masalah karhutla, Supian HK juga memastikan persoalan kelistrikan dan kelangkaan BBM yang dikeluhkan mahasiswa telah ditanyakan langsung kepada pihak terkait. Ia menilai tudingan bahwa pemerintah daerah berdiam diri tidaklah tepat.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: dutatv.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top