BANJARMASIN — Tiga bangunan ruko yang tersisa di lokasi ambruknya Jalan Veteran, Sungai Lulut, KM 5,5, kini dalam kondisi memprihatinkan. Tiang penyangga yang tidak sejajar memicu kekhawatiran warga akan terjadinya ambruk susulan kapan saja.
Peristiwa ambruknya bangunan pada Selasa malam itu terjadi hanya beberapa saat setelah waktu magrib. Dari sembilan ruko yang terdampak di kawasan tersebut, enam di antaranya sudah rata dengan tanah, sementara tiga lainnya masih berdiri miring.
H. Hadi, warga yang rumahnya berseberangan dengan lokasi kejadian, mengatakan ruko yang ambruk pada malam itu dalam keadaan kosong. Namun, bangunan di sampingnya masih ada penghuni yang berjualan topi.
"Yang ambruk tadi malam itu kosong, tidak ada penghuninya. Tapi yang di sampingnya masih ada yang jualan topi," ujarnya.
Meski sebagian bangunan sudah roboh, Hadi menyebut masih ada pemilik ruko yang nekat tetap berjualan di kawasan tersebut. Kondisi ini dinilai berisiko tinggi mengingat struktur bangunan yang tersisa sudah tidak stabil.
Pihak kelurahan sebelumnya disebut sudah mendata pemilik ruko yang terdampak, termasuk rumah warga di seberang jalan. Namun, hingga kini belum ada kejelasan mengenai mekanisme ganti rugi bagi para penghuni.
"Lurah sudah mendata, tapi belum bisa memastikan ada atau tidaknya ganti rugi," kata Hadi.
Sebagian besar penghuni ruko telah menempati bangunan tersebut hampir 20 tahun. Karena itu, warga berharap ada kebijakan yang jelas dari pemerintah jika pelarangan dan pembongkaran harus dilakukan.
"Saya rasa kalau ada pihak pemerintah melarang menempati ruko itu dan membongkarnya kemungkinan mereka mau saja, tapi harus ada ganti rugi lah. Sebab mereka sudah lama tinggal di sini," tuturnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah kota terkait langkah penanganan dan kompensasi bagi pemilik ruko terdampak. Warga berharap pemerintah segera memberikan kepastian mengenai nasib bangunan dan para pedagang di lokasi tersebut.
"Kalau memang tidak diperbolehkan menempati lagi, lalu disuruh bongkar sendiri, hendaknya mereka diberi kebijakan juga. Ganti rugi barangkali," pungkas Hadi.