KALIMANTAN SELATAN — Bencana terjadi sekitar pukul 13.38 WIB di dekat kawasan jembatan kembar, persis di titik yang sama yang kerap ambrol setiap musim hujan. Kali ini, longsoran menimbun badan jalan hingga tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kasat Lantas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, mengatakan dua alat berat sudah dikerahkan ke lokasi. Namun, penanganan fisik belum bisa dimulai. “Longsoran masih terjadi. Bebatuan masih turun, sehingga penanganan longsor belum bisa dilakukan,” kata Finot dalam keterangannya, Rabu sore.
Kondisi bukit yang labil menjadi kendala utama. Menurut Finot, tim di lapangan memutuskan menunggu hingga lereng benar-benar berhenti bergerak. “Sudah ada dua alat berat yang ada di lokasi, namun pengerjaan longsor belum bisa dilakukan karena kondisi tanah yang masih labil,” jelasnya.
Kepolisian setempat menutup total akses di kedua arah. Pengendara yang hendak menuju Padang, Bukittinggi, atau Riau diminta mencari jalur alternatif. “Untuk sementara kita minta pengendara yang ingin lewat tidak melintas, mencari jalur alternatif atau menunggu,” ujar Finot.
Hingga berita ini ditulis, belum ada kepastian kapan jalur nasional tersebut bisa kembali dilalui. Polisi belum bisa memberikan estimasi waktu pembukaan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Warga setempat yang melihat langsung tanah bergerak turun sempat memberi peringatan kepada pengendara di sekitar lokasi.
Lembah Anai merupakan jalur strategis yang menghubungkan Padang dengan Bukittinggi hingga provinsi tetangga, Riau. Sayangnya, titik ini memang dikenal rawan longsor. Yang terbaru, jalur yang sama masih dalam masa perbaikan pascabanjir bandang yang meluluhlantakkan sejumlah wilayah Sumatra pada akhir November 2025 silam. Longsor kali ini menambah daftar panjang gangguan di koridor vital Sumatra Barat itu.