KALIMANTAN SELATAN — Pesta suporter Inggris di Piala Dunia 2026 benar-benar tak tanggung-tanggung. Stadion Arlington yang futuristik, markas Dallas Cowboys, menjadi saksi kemenangan Timnas Inggris atas Kroasia di laga pembuka Grup. Sekitar 4.000 tiket resmi terjual untuk pertandingan tersebut, namun ribuan penggemar lainnya ikut meramaikan kota tanpa tiket.
Oli Lee, produser musik asal Kent yang kini tinggal di Los Angeles, mengaku tak keberatan dengan harga tiket selangit. "I paid $800 for my ticket but it was all worth it," ujar personel duo Snakehips itu kepada media. Ia bahkan bercerita nyaris merusak ponselnya setelah menceburkan diri ke kolam renang saat berpesta di Dallas.
Lee Williams, suporter asal London Selatan, mengaku ketakutan melihat saldo rekeningnya setiap pagi. "We bought a round of six beers last night and it cost north of $100," katanya. Meski biaya "astronomis", Williams menilai atmosfer pertandingan luar biasa dan berencana kembali ke Amerika Serikat jika Inggris lolos ke semifinal.
Pub Londoner di pusat kota Dallas melaporkan kehabisan stok bir setelah penggemar Inggris menghabiskan hampir 30.000 dolar AS dalam tiga jam. Beberapa media Inggris sempat memberitakan para suporter diusir polisi, namun aparat setempat membantahnya. "No one was forcibly removed," tegas kepolisian Dallas kepada media lokal.
FIFA juga meredam laporan soal suporter tanpa tiket yang menyelinap masuk stadion. Juru bicara Free Lions, kelompok penggemar Inggris, mengatakan banyak fans nekat datang tanpa tiket dengan harapan mendapat harga murah di menit akhir. "I think a lot of fans were waiting for prices to come down but they just haven’t," ujarnya.
Suasana khas Texas mewarnai perjalanan suporter Inggris. Video viral di media sosial memperlihatkan mereka menyanyikan "Sweet Caroline" saat istirahat di Fort Worth Rodeo pada Selasa (pekan lalu). Banyak penggemar membeli topi koboi untuk berteduh dari sengatan matahari Texas yang tak kenal ampun.
Williams, yang bekerja di bidang keuangan dan melatih Millwall Lionesses U-18, memuji strategi pelatih Thomas Tuchel di babak kedua. Ia menilai Inggris terlalu defensif di babak pertama setelah kebobolan gol penyeimbang kedua Kroasia. "I like the way that we really took the game to Croatia in the second half and decided to take risks," katanya.
Perwakilan Free Lions telah mengunjungi tiga venue fase grup pada Maret lalu untuk mempersiapkan diri. Untuk laga berikutnya melawan Ghana di Stadion Gillette, Foxborough, para suporter disarankan naik kereta seharga 80 dolar AS. Williams sendiri akan menonton dari Los Angeles, meski mengaku sangat gugup.
"It's so stressful – I never feel comfortable," ujarnya mengenang momen Harry Kane gagal mengeksekusi penalti pertama. Namun, seiring pertandingan berjalan, Inggris justru tampil semakin kuat. "Hopefully we can go all the way this time," pungkasnya.