BANJARBARU — Puluhan anak putus sekolah yang tinggal di Panti Sosial Bina Remaja (PSBR) Budi Satria kini mendapat pelatihan keterampilan digital. Kegiatan yang digelar DP3AKB Kalsel bersama BKOW Kalsel ini diikuti 40 peserta, terdiri dari 20 anak laki-laki dan 20 anak perempuan.
Mereka tidak hanya mendapat pemahaman soal hak-hak anak, tetapi juga pelatihan langsung dari Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) Kalsel. Materi yang diberikan meliputi pemasaran digital dan pengenalan produk.
Kepala DP3AKB Kalsel, Husnul Hatimah, menyebut keterampilan digital menjadi kebutuhan dasar bagi anak-anak saat ini. Ia berharap ilmu yang didapat bisa langsung dipraktikkan untuk mempromosikan dan memasarkan produk secara digital.
“Harapannya, anak-anak dapat memperoleh ilmu dan pengetahuan untuk mempromosikan maupun memasarkan produk secara digital sehingga mampu memberikan nilai tambah bagi diri mereka sendiri,” kata Husnul di Banjarmasin, Rabu (17/6/2026).
Menurutnya, pelatihan ini bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus. Tujuannya agar mereka mampu hidup mandiri di masa depan.
Husnul menegaskan, mewujudkan Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) di Kalsel butuh sinergi kuat lintas sektor. Ia mengapresiasi BKOW, GEKRAFS Kalsel, dan para pendamping PSBR Budi Satria yang mendukung kegiatan kolaboratif ini.
“Untuk mewujudkan Kabupaten Kota Layak Anak diperlukan belanja berkualitas yang efisien dan akuntabel serta sinergi yang kuat antarsektor,” ujarnya.
Wakil Ketua I Bidang Pendidikan BKOW Kalsel, Nuril Huda, menjelaskan kerja sama ini sudah berjalan beberapa tahun. Programnya konsisten menyasar anak-anak yang butuh penguatan keterampilan.
“Sekarang adalah era digital dan anak-anak sangat akrab dengan telepon genggam. Kami ingin mengarahkan pemanfaatan teknologi tersebut ke hal-hal yang positif,” kata Nuril.
Ia menambahkan, pembekalan keterampilan sejak dini menjadi investasi penting bagi masa depan anak-anak. Jika mereka memiliki kemandirian dan kemampuan ekonomi yang baik, kualitas kehidupan mereka akan semakin baik.
DP3AKB Kalsel dan BKOW berharap peserta tidak hanya paham hak-haknya sebagai anak, tetapi juga punya keterampilan praktis untuk meningkatkan daya saing, kreativitas, dan kemandirian ekonomi ke depan.