Pencarian

Kumpulan Cerpen AI "Perempuan di Tengah Labirin Mal" Disebut Layak Rekor MURI

Sabtu, 03 Oktober 2026 • 10:23:32 WIB
Kumpulan Cerpen AI
Buku kumpulan cerpen karya AI berjudul "Perempuan di Tengah Labirin Mal" diluncurkan melalui podcast Tribun Sumsel.

KALIMANTAN SELATAN — Buku kumpulan cerpen karya kecerdasan buatan berjudul "Perempuan di Tengah Labirin Mal" resmi diluncurkan melalui podcast Tribun Sumsel, Palembang, akhir September lalu. Buku hasil suntingan jurnalis senior Maspril Aries ini diterbitkan lewat kerja sama Kaki Bukit Literasi dan Pustaka Labrak sebagai terobosan sastra AI di Indonesia. Penulis Nasir Tamara menilai buku ini layak mendapat Rekor MURI karena menjadi yang pertama di bidangnya.

Buku setebal puluhan cerpen itu disunting Maspril Aries, wartawan yang puluhan tahun mengelola media dan menyusun materi pelatihan jurnalistik. Sentuhan editor manusia inilah yang membuat kalimat-kalimat mesin berubah bentuk. Deskripsi cerita jadi lebih lengkap, unsur kemanusiaan lebih terasa, dan pesan moral muncul lebih kuat dibanding keluaran AI mentah.

Dari Sejarah Srivijaya sampai Kritik Sosial

Topik cerpen dalam buku ini beragam. Sejumlah cerita mengangkat latar sejarah seperti "Sumpah Garuda Hitam", "Bayang-Bayang di Atas Air", "Catatan dari Negeri Srivijaya", dan "Dampu Awang dan Kutukan Sungai Musi".

Ada pula cerita bertema hubungan antarmanusia, misalnya "Jatuh Cinta di Toko Buku, Seharfiah Itu", "Obituari yang Tidak Pernah Ditulis", dan "Perempuan di Tengah Labirin Mal". Beberapa cerpen lain bernada kritik sosial, seperti "Udara yang Kita Pilih", "Perempuan yang Menyalakan Lampu di Jalan Sunyi", dan "Ada Gentong Babi di Pilkada Kota Sumber Rezeki".

Bagaimana AI Bisa Menulis Cerpen

Aplikasi AI pada dasarnya merupakan kumpulan miliaran kata dan kalimat yang diserap mesin dari berbagai produk digital. Ketika pengguna memberi perintah, aplikasi menyusun jawaban dalam hitungan satu hingga dua menit, baik berupa informasi, berita, cerpen, maupun puisi.

Permintaan semacam "buatkan cerpen tentang sepasang kekasih yang putus, menikah dengan orang lain, bercerai, lalu bertemu lagi setelah 16 tahun" bisa langsung dijawab aplikasi. Jika sepuluh orang memberi perintah serupa, hasilnya cenderung sama atau mirip karena bahan yang tersedia identik.

Variasi baru muncul bila pengguna menambahkan arahan spesifik, misalnya meminta gaya puisi mirip Sapardi Djoko Damono atau prosa bergaya Pramoedya Ananta Toer. Kemudahan ini membuka peluang siapa pun memproduksi karya sastra, sekaligus membuka celah manipulasi bagi yang mengklaim karya mesin sebagai ciptaannya sendiri.

Di Mana Letak "Rasa Mesin" pada Sastra AI

Pembaca awam bisa saja tidak menyadari bahwa kalimat, dialog, dan deskripsi yang mereka nikmati berasal dari aplikasi digital. Namun pembaca sastra biasanya menangkap sesuatu yang berbeda dari karya buatan manusia yang sarat pengalaman hidup.

Perbedaan itu baru terasa pada pembacaan kedua. Kata, kalimat, dan deskripsi tertentu muncul sebagai pola standar mesin, terutama bagi pembaca yang juga biasa memakai AI untuk berbagai keperluan.

Penilaian atas Dua Cerpen Unggulan

Cerpen "Perempuan di Tengah Labirin Mal" yang menjadi judul buku dinilai sudah mirip karya manusia. Hal serupa berlaku untuk "Bayang-bayang di Tepian Sungai Musi" yang dinilai mampu menyampaikan emosi penulis dan pesan moral setara karya sastra orisinal.

Sebaliknya, "Jatuh Cinta di Toko Buku, Seharfiah Itu" masih memperlihatkan jejak kalimat AI pada banyak deskripsi dan dialog tokohnya. Penilaian ini tentu bisa keliru karena bergantung pada kepekaan pembaca.

Mengapa Orisinalitas Jadi Taruhan

Karya sastra memikat pembaca karena merupakan pernyataan perasaan, akal, dan pikiran lewat kata yang orisinal dan intim. Sastrawan besar punya ciri khas yang membuat pembaca langsung mengenali siapa penulisnya.

Kehadiran buku ini memperlihatkan bahwa sastra AI sudah masuk ke khazanah sastra Indonesia, meski perdebatan soal orisinalitas dan klaim kepengarangan masih terbuka lebar.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: indonesiadaily.net

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks