KALIMANTAN SELATAN — Macklemore kehilangan slotnya dalam tur Loop Tour Ed Sheeran menyusul tekanan sejumlah pemilik venue dan stadion di Amerika Serikat. Pencoretan diambil promotor Messina Touring Group setelah muncul ancaman pembatalan dari pihak pengelola tempat konser, termasuk miliarder Robert Kraft.
Siapa yang Menekan Promotor
Robert Kraft dikenal sebagai pemilik salah satu stadion terbesar di AS yang jadi langganan konser Taylor Swift, Ed Sheeran, dan Beyonce. Tekanan dari kalangan pemilik venue itu menguat setelah Macklemore memakai panggungnya di Stadion MetLife, New Jersey, untuk menyerukan kemerdekaan Palestina dan menghentikan konflik di Gaza.
Garbage hingga Kehlani Angkat Suara
Grup rock Garbage menyebut pencoretan itu sebagai keputusan yang tidak adil. Mereka menegaskan bahwa membela hak-hak kemanusiaan warga Palestina bukan bentuk antisemitisme.
"Ini kegilaan. Benar-benar kegilaan," tulis Garbage seperti dikutip Billboard. "Keputusan itu sangat tidak adil."
Grup MUNA menyoroti upaya membungkam kebebasan berpendapat atas isu kejahatan kemanusiaan. "Siapa pun yang terlibat dalam upaya membungkam kebebasan berpendapat mengenai genosida sungguh sangat menyedihkan," tulis MUNA. "Solidaritas untuk @macklemore."
Penyanyi R&B Kehlani menyatakan rasa bangga atas keberanian Macklemore dan berjanji terus berada di belakangnya. "Merasa terhormat mengenalmu. Aku sangat mengagumimu. Aku mendukungmu sepenuhnya!!!!" tulisnya.
Greta Thunberg dan Ms. Rachel Ikut Bersuara
Aktivis lingkungan Greta Thunberg menegaskan solidaritasnya lewat pernyataan singkat. "Solidaritas penuh dan Palestina merdeka. Sikap diam yang nyata dari para seniman dalam menghadapi ketidakadilan dan genosida tidak akan dilupakan," tulis Greta.
Kreator konten edukasi anak, Ms. Rachel, mengkritik sikap industri hiburan yang dinilainya bungkam terhadap tewasnya puluhan ribu anak-anak di Gaza. Ia menyoroti posisi Ed Sheeran dalam situasi ini.
"Ed Sheeran memiliki kesempatan untuk menunjukkan bahwa kita tidak akan tunduk pada tekanan untuk menghukum orang-orang yang mendukung Palestina," tulis Ms. Rachel. "Sebaliknya, ia justru mengalah kepada pihak-pihak yang menolak mengakui kenyataan yang diketahui dunia. Genosida sedang terjadi di Gaza. Kita semua harus angkat bicara mengenai hal ini."
Respons Macklemore
Meski tersingkir dari rangkaian tur, Macklemore meminta publik tidak memusatkan perhatian pada dirinya atau Ed Sheeran. Lewat pernyataan di Instagram, ia menegaskan bahwa krisis kemanusiaan di Palestina jauh lebih penting.
"Saya bukan korban. Ed Sheeran juga bukan korban," kata Macklemore. "Korban sesungguhnya adalah warga Palestina."
Ia juga menegaskan keputusan ini tidak merusak hubungan persahabatannya dengan Sheeran. "Saya tidak butuh 10 pertunjukan bersama Ed. Saya hanya butuh 2. Dua kesempatan untuk berdiri di hadapan 90.000 orang dan mengucapkan kata-kata yang entah mengapa menjadi terlalu berbahaya untuk diucapkan," ujarnya. "Palestina merdeka."
Macklemore menambahkan, jika kehilangan panggung justru membuat isu Palestina kembali diperbincangkan, maka itu menjadi tur paling sukses yang pernah ia jalani.
Kelanjutan Tur Ed Sheeran
Rangkaian Loop Tour Ed Sheeran dijadwalkan tetap berlanjut di Philadelphia tanpa kehadiran Macklemore. Pihak Ed Sheeran belum memberikan pernyataan resmi terkait situasi ini hingga kini.
Kasus ini menambah daftar panjang tekanan yang dihadapi musisi internasional ketika menyuarakan isu politik di panggung, sekaligus memperlihatkan bagaimana keputusan promotor dan pemilik venue bisa menentukan siapa yang boleh tampil di hadapan puluhan ribu penonton.