Pencarian

Harga Emas Antam Anjlok Rp 25.000 Jadi Rp 2.600.000 per Gram

Jumat, 11 September 2026 • 10:21:31 WIB
Harga Emas Antam Anjlok Rp 25.000 Jadi Rp 2.600.000 per Gram
Harga emas Antam turun Rp 25.000 menjadi Rp 2.600.000 per gram.

KALIMANTAN SELATAN — Koreksi tidak hanya terjadi pada harga jual. Harga buyback atau harga beli kembali emas Antam juga susut Rp 25.000 menjadi Rp 2.450.000 per gram. Buyback adalah nominal yang diterima pemilik emas saat menjual kembali batangan mereka ke Antam.

Rincian Harga per Ukuran

Penurunan harga berlaku merata di hampir semua pecahan, dari yang terkecil 0,5 gram hingga 1.000 gram. Berikut daftar lengkapnya:

  • 0,5 gram: Rp 1.350.000
  • 1 gram: Rp 2.600.000
  • 2 gram: Rp 5.150.000
  • 3 gram: Rp 7.707.000
  • 5 gram: Rp 12.815.000
  • 10 gram: Rp 25.550.000
  • 25 gram: Rp 63.710.000
  • 50 gram: Rp 127.255.000
  • 100 gram: Rp 254.360.000
  • 250 gram: Rp 635.590.000
  • 500 gram: Rp 1.270.900.000
  • 1.000 gram: Rp 2.540.600.000

Meski turun, harga emas Antam masih jauh di atas level awal tahun. Rekor tertinggi sepanjang sejarah tercatat pada Kamis (29/1/2026) di Rp 3.168.000 per gram, dengan buyback saat itu Rp 2.989.000 per gram. Artinya, harga saat ini sekitar 18% di bawah puncaknya.

Tekanan dari Data Inflasi AS

Koreksi harga emas Antam sejalan dengan pelemahan emas dunia. Pada Kamis (10/9/2026) waktu AS atau Jumat pagi WIB, harga emas spot turun 0,9% menjadi US$ 4.359,19 per ons. Emas berjangka AS susut lebih dalam, 1,3%, ke US$ 4.402,5.

Analis Keuangan Senior Capital.com, Kyle Rodda, menilai data indeks harga produsen AS menunjukkan sedikit kenaikan inflasi inti, sebagian dipicu lonjakan biaya energi. "Pasar obligasi harus mencerminkan tekanan inflasi yang lebih tinggi dan persisten akibat kenaikan harga minyak, yang menyebabkan penurunan harga emas," ujar Rodda.

Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 68% untuk kenaikan suku bunga The Federal Reserve pekan depan, naik dari 62% sebelum data dirilis, menurut CME FedWatch Tool. Sebagian besar ekonom yang disurvei Reuters justru memperkirakan the Fed menahan suku bunga pada pertemuan 15-16 September dan sepanjang sisa tahun.

Dolar Menguat, Imbal Hasil Obligasi Naik

Faktor lain yang menekan emas adalah penguatan dolar AS, yang membuat logam mulia ini lebih mahal bagi pembeli dengan mata uang lain. Kenaikan imbal hasil Treasury tenor 10 tahun turut memperbesar biaya peluang memegang aset tanpa imbal hasil seperti emas.

Harga minyak melonjak 4% pada Kamis, dengan Brent menyentuh US$ 105 per barel, setelah serangan terbesar terhadap kapal pengangkut sejak konflik AS-Iran memicu kekhawatiran gangguan pasokan. Bank Sentral Eropa (ECB) juga menaikkan suku bunga untuk kedua kalinya tahun ini guna meredam inflasi energi.

Di pasar logam lain, perak spot turun 4% ke US$ 64,56 per ons, platinum melemah 4,6% ke US$ 1.808,43, dan paladium turun 3,9% ke US$ 1.300,00.

Bagi investor ritel, harga emas Antam tetap fluktuatif dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti dinamika pasar global. Pergerakan pekan depan akan sangat bergantung pada keputusan suku bunga the Fed dan arah harga minyak.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks