Pencarian

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Selatan Ganggu Jalannya Latihan Kader II HMI Banjarmasin, Puluhan Peserta Terserang ISPA

Sabtu, 05 September 2026 • 13:02:31 WIB
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Selatan Ganggu Jalannya Latihan Kader II HMI Banjarmasin, Puluhan Peserta Terserang ISPA
Puluhan peserta Latihan Kader II HMI Banjarmasin menerima penanganan medis di lokasi setelah mengalami gejala ISPA akibat kabut asap karhutla.

BANJARMASIN — Kualitas udara yang memburuk akibat karhutla di Kalimantan Selatan tidak hanya melumpuhkan aktivitas warga, tetapi juga mengancam jalannya agenda kaderisasi organisasi mahasiswa. Latihan Kader II HMI Cabang Banjarmasin yang digelar di tengah pekatnya asap tercatat menimbulkan sejumlah gangguan kesehatan bagi para pesertanya, mulai dari iritasi ringan hingga gejala klinis yang mengarah pada ISPA.

Fenomena karhutla yang melanda Kalimantan memang kerap menjadi persoalan struktural tahunan. Karakteristik lahan gambut yang mudah terbakar, praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar, serta musim kemarau panjang yang diperparah fenomena El Nino membuat titik api mudah bermunculan di berbagai kabupaten. Partikel polutan seperti PM2.5 dan PM10 yang dihasilkan kemudian menyebar luas, menyelimuti kota-kota besar termasuk Banjarmasin.

Gejala Kesehatan Muncul Bertahap Seiring Durasi Paparan

Berdasarkan pengamatan selama pelaksanaan kegiatan, gejala gangguan kesehatan pada peserta LK II tidak muncul serentak. Pada hari-hari awal, sebagian peserta mengeluhkan mata perih, tenggorokan kering, dan batuk ringan yang kerap dianggap wajar karena padatnya agenda forum.

Memasuki hari-hari menjelang penutupan, kondisi fisik sejumlah peserta mulai menunjukkan tanda yang lebih serius. Beberapa kader mengalami peradangan saluran pernapasan atas dengan nyeri tenggorokan berkepanjangan dan suara serak, sementara yang lain menunjukkan gejala ISPA seperti demam ringan, batuk berdahak, serta sesak napas ringan hingga sedang.

Kasus lain yang ditemukan adalah eksaserbasi asma pada peserta dengan riwayat penyakit tersebut, reaksi alergi pernapasan, serta gejala mirip bronkitis akut yang ditandai batuk kering berkepanjangan dan rasa berat di dada. Sejumlah peserta akhirnya harus menerima penanganan medis sederhana di lokasi, dengan beberapa kasus yang dinilai lebih berat memerlukan perhatian khusus.

Mengapa Kualitas Udara di Lokasi Kegiatan Menjadi Kunci?

Sejak hari-hari awal forum berlangsung, kualitas udara di lokasi kegiatan tercatat berada pada level mengkhawatirkan. Jarak pandang menurun drastis dan aroma asap yang menyengat bahkan turut dirasakan di dalam ruangan tempat kegiatan berlangsung, memperparah risiko kesehatan bagi peserta yang dituntut memiliki stamina fisik dan mental maksimal.

LK II sendiri merupakan tahapan penting dalam sistem perkaderan HMI yang bertujuan membentuk kader dengan kapasitas intelektual, kepemimpinan, serta wawasan keislaman dan kebangsaan yang lebih matang. Forum yang biasanya diikuti kader pilihan dari berbagai cabang ini berlangsung intensif selama beberapa hari dengan rangkaian materi, diskusi, hingga simulasi kepemimpinan.

Mitigasi Risiko Kesehatan Jadi Catatan Penting Penyelenggaraan Acara

Persoalan ini menyoroti pentingnya mitigasi risiko kesehatan dalam penyelenggaraan kegiatan organisasi di tengah krisis kualitas udara. Evaluasi terhadap kondisi lingkungan sebelum acara digelar serta penyediaan fasilitas kesehatan darurat menjadi langkah yang dinilai krusial untuk mencegah dampak yang lebih luas bagi para peserta.

Kabut asap karhutla yang melanda Kalimantan bukan sekadar bencana ekologis yang merusak ekosistem, melainkan juga krisis kesehatan masyarakat yang berdampak lintas sektor. Kasus di lingkungan kaderisasi HMI Banjarmasin ini menjadi pengingat bahwa aktivitas pendidikan dan organisasi tetap harus berjalan tanpa mengorbankan keselamatan para pesertanya.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: jejakrekam.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks