Pencarian

Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak: Hadir Batin, Bukan Hanya Materi

Kamis, 10 September 2026 • 10:21:01 WIB
Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak: Hadir Batin, Bukan Hanya Materi
Kehadiran emosional ayah dinilai lebih penting daripada sekadar pemenuhan materi dalam pengasuhan anak.

KALIMANTAN SELATAN — Dalam Dialog Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Pro 1 RRI Palembang, Senin (7/9/2026), ia menegaskan kehadiran ayah tidak cukup diukur dari materi. Kedekatan emosional yang dibangun lewat komunikasi harian justru jadi fondasi rasa aman anak hingga dewasa.

Kenapa Kehadiran Emosional Ayah Sulit Digantikan

Minimnya keterlibatan emosional ayah membuat anak merasa punya ayah secara fisik, tapi tidak merasakan kedekatan batin. Kondisi ini memengaruhi cara anak membangun relasi ketika dewasa.

"Berayah ada tapi berayah tiada, ada sih orangnya ada di rumah secara fisik tapi secara batin kosong," ujar Vionna.

Ia menilai ayah perlu menjadi sosok yang memberikan ketenangan sekaligus tempat pulang yang aman bagi anak. Bukan figur yang hanya muncul saat ada masalah atau tuntutan.

Cara Sederhana Membangun Kedekatan dengan Anak

Kedekatan tidak butuh momen besar. Vionna menyarankan ayah mulai dari komunikasi sederhana tanpa menjadikan anak sebagai objek tuntutan.

  • Tanyakan pengalaman anak di sekolah
  • Dengarkan ceritanya tanpa memotong
  • Beri apresiasi atas usaha yang dilakukan
  • Hindari teguran atau kemarahan di depan orang lain

Kebiasaan kecil ini yang perlahan membangun rasa percaya anak kepada ayahnya.

Kesibukan Kerja Bukan Alasan Kehilangan Waktu

Ketua Divisi Sosial dan Ekonomi ALLPIND, Sri Kamalia, menilai kesibukan bekerja tidak seharusnya membuat ayah kehilangan waktu bersama anak. Ia mendorong adanya waktu khusus untuk berbicara dan memahami kondisi anak, terutama saat anak menghadapi persoalan.

"Perhatian kan lebih perlu lagi, untuk anak-anak zaman sekarang apalagi, enggak bisa kita lepas begitu saja, harus ada perhatian khusus kepada anak-anak," kata Sri.

Menurutnya, ayah juga perlu terlibat dalam mendidik anak, bukan hanya menunggu diminta ibu ketika anak menghadapi masalah.

Bedakan Ketegasan dengan Pelampiasan Emosi

Dalam pengasuhan, Vionna menekankan pentingnya membedakan ketegasan dengan pelampiasan emosi. Disiplin bisa diberikan melalui komunikasi dan intonasi tegas tanpa ancaman.

Ketika ayah melakukan kesalahan, keberanian meminta maaf kepada anak diperlukan untuk membangun hubungan yang sehat. Anak belajar bahwa mengakui kesalahan bukan tanda lemah.

Kesepahaman Ayah dan Ibu dalam Pola Asuh

Vionna juga menyoroti pentingnya kesepahaman antara ayah dan ibu dalam mendidik anak. Perbedaan pola asuh perlu dibicarakan agar orang tua tidak saling membatalkan aturan di hadapan anak.

Dengan arahan yang konsisten, anak mendapat kejelasan batasan dan merasa lebih aman dalam keluarga.

Yang Perlu Diingat Para Ayah

Vionna mengingatkan para ayah untuk terus belajar mengenai pengasuhan dan menyelesaikan persoalan pribadi yang bisa terbawa dalam hubungan dengan anak.

Menjadi ayah yang dirindukan bukan berarti harus sempurna. Cukup bersedia hadir, mendengarkan, mengakui kesalahan, dan menjadi teladan bagi anak dalam kehidupan sehari-hari.

Follow halobanjarmasin.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: rri.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks