BANJARBARU — Suhu lahan gambut yang terbakar di sekitar Bandara Internasional Syamsudin Noor terpantau menembus 400 derajat celsius. Angka itu dibaca dari pantauan drone thermal yang dioperasikan Polda Kalsel untuk melacak titik panas di bawah permukaan.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan menyatakan pendinginan berlangsung sepanjang hari hingga malam. Petugas berusaha menemukan bara api tersembunyi yang tidak kasat mata.
"Sepanjang hari ini hingga malam kami terus melakukan pendinginan lahan gambut yang terbakar di sekitar bandara, suhu dalam tanah bahkan ada yang mencapai 400 derajat celsius," kata Rosyanto di Banjarbaru, Selasa.
Drone Thermal Petakan Bara Api Bawah Tanah
Pemetaan udara jadi kunci. Drone thermal dipakai untuk menentukan titik sasaran penyemprotan agar cairan pendingin tidak terbuang ke area yang sudah aman.
"Penggunaan drone thermal kami optimalkan sehingga untuk pendinginan lebih tepat sasaran ke sumber api," jelasnya.
Setelah sumber api teridentifikasi, tim menyuntikkan cairan inovasi surfaktan racikan Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Kalsel. Metode suntik gambut menembus kedalaman dua meter.
Suhu Turun ke 25–30 Derajat Celsius
Hasilnya mulai terlihat. Beberapa sumber api di bawah tanah berhasil dipadamkan dan suhu berangsur normal di kisaran 25 hingga 30 derajat celsius.
Meski begitu, Rosyanto mengakui titik api baru terus bermunculan dalam beberapa hari terakhir. Lokasinya menyebar di lahan sekitar bandara, tepatnya di Kelurahan Syamsudin Noor dan Kelurahan Guntung Payung.
Kolam Portabel Bioflok Dekatkan Air ke Titik Api
Petugas disiagakan penuh 1×24 jam. Untuk mempercepat pasokan air, kolam portabel bioflok dipasang mendekati titik-titik api sehingga jarak jangkauan penyemprotan lebih pendek.
Ring 1 bandara menjadi prioritas karena berbatasan langsung dengan kawasan penerbangan. Asap dan bara di gambut berisiko mengganggu jarak pandang serta keselamatan penerbangan bila tidak segera ditangani.