BANJARBARU — Penghargaan itu diserahkan langsung oleh pengurus pusat PGM Indonesia kepada Erna Lisa Halaby dalam sebuah acara yang digelar baru-baru ini. PGM Award 2026 menjadi bukti bahwa program-program pembinaan madrasah di Banjarbaru dinilai berhasil dan layak ditiru daerah lain.
Penghargaan Berbasis Kinerja, Bukan Seremonial
Berbeda dengan penghargaan seremonial, PGM Award diberikan setelah melalui proses penilaian terhadap kebijakan dan realisasi program di lapangan. PGM Indonesia menilai komitmen Pemkot Banjarbaru dalam mengalokasikan anggaran serta perhatian terhadap guru madrasah dan peningkatan mutu pendidikan agama.
“Ini bukan sekadar seremoni. Penghargaan ini bentuk apresiasi terhadap kerja nyata kepala daerah dalam memajukan madrasah,” demikian pernyataan yang dikutip dari pengurus PGM dalam rilis yang diterima Redaksi8.
Madrasah Jadi Prioritas di Banjarbaru
Selama kepemimpinan Erna Lisa Halaby, sejumlah kebijakan afirmatif untuk madrasah telah dijalankan. Mulai dari pemberian insentif bagi guru ngaji, bantuan operasional madrasah, hingga pelibatan madrasah dalam program keagamaan kota.
Pemkot Banjarbaru juga mendorong integrasi kurikulum keagamaan dengan pendidikan umum. Langkah ini dinilai strategis untuk mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki pondasi moral yang kuat.
Dampak Langsung bagi Guru dan Siswa
Para tenaga pendidik di madrasah, yang selama ini kerap menghadapi tantangan kesejahteraan, mulai merasakan perhatian lebih dari pemerintah kota. Program sertifikasi dan pelatihan kompetensi bagi guru madrasah menjadi salah satu fokus yang diapresiasi PGM.
Di sisi lain, siswa madrasah di Banjarbaru kini memiliki akses yang lebih setara terhadap fasilitas pendidikan. Beberapa madrasah negeri maupun swasta di kota ini mendapat bantuan renovasi ruang kelas dan laboratorium.
Kota Banjarbaru Bisa Jadi Percontohan Nasional
PGM Indonesia menyebut Banjarbaru sebagai salah satu daerah yang berhasil menempatkan pendidikan madrasah sebagai prioritas pembangunan sumber daya manusia. Model kebijakan ini dinilai bisa direplikasi oleh daerah lain di Kalimantan Selatan maupun provinsi lainnya.
Penghargaan ini juga menjadi sinyal positif bagi dunia pendidikan di Banjarbaru. Ke depan, Pemkot diharapkan terus mempertahankan dan meningkatkan program-program yang telah berjalan, terutama dalam hal kesejahteraan guru dan mutu pembelajaran di madrasah.