Berawal dari tumpukan limbah yang dianggap tak berguna, Bank Sampah Jolali kini menjadi salah satu motor penggerak ekonomi sirkuler di Banjarbaru. Warga tidak hanya membuang sampah, tetapi memilahnya dari rumah lalu menabung di bank sampah. Botol plastik, kardus, dan kertas bekas yang terkumpul kemudian dijual dan hasilnya dikembalikan ke nasabah.
Dari Lingkungan Rapi ke Tambahan Uang Belanja
Salah seorang pengelola Bank Sampah Jolali, Margiono, mengatakan perubahan perilaku warga tidak terjadi secara instan. Butuh pendampingan konsisten agar kebiasaan memilah sampah dari rumah menjadi rutinitas.
"Awalnya tidak mudah mengajak warga memilah sampah dari rumah. Namun seiring waktu mereka mulai merasakan manfaatnya. Lingkungan menjadi lebih rapi, volume sampah berkurang, dan hasil penjualan sampah juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga maupun kegiatan bersama," ujarnya.
Nasabah: Anak-anak Ikut Belajar Sampah Bernilai
Salah satu nasabah, Elma, mengaku kini rutin memilah sampah sebelum disetorkan ke bank sampah. Ia merasakan dampak langsung dari program ini.
"Dulu sampah langsung kami buang. Sekarang kami kumpulkan dan dipilah terlebih dahulu. Hasilnya memang tidak selalu besar, tetapi cukup membantu kebutuhan sehari-hari. Yang paling terasa, lingkungan menjadi lebih bersih dan anak-anak juga ikut belajar bahwa sampah bisa memiliki nilai jika dikelola dengan baik," katanya.
PLN: Masyarakat Jadi Pelaku Utama Perubahan
General Manager PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, mengatakan program ini tidak hanya soal pengelolaan sampah, tetapi juga penguatan kebersamaan warga. Menurutnya, ketika masyarakat menjadi pelaku utama, program akan terus hidup dan berkembang karena manfaatnya benar-benar dirasakan.
"Ketika masyarakat menjadi pelaku utama, sebuah program akan terus hidup dan berkembang karena manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga," ujar Iwan.
Raih Penghargaan SDGs Nasional
Keberhasilan Program PLN Peduli Desa Berdaya Jolali turut mengantarkannya meraih penghargaan Gold Indonesian SDGs Awards (ISDA) 2025. Penghargaan ini diberikan atas kontribusi program dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya terkait pengelolaan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
PLN berharap keberhasilan Bank Sampah Jolali dapat menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk memulai perubahan dari lingkungan sekitar. Dengan begitu, tercipta kawasan yang lebih bersih, masyarakat yang lebih berdaya, dan pembangunan yang berkelanjutan.