KALIMANTAN SELATAN — Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyatakan ISS tahun kedua ini melibatkan stakeholder yang jauh lebih luas dibanding penyelenggaraan sebelumnya. Jika pada 2025 forum ini masih fokus menyamakan perspektif antar kementerian dan lembaga, kini sektor swasta dan masyarakat ikut duduk dalam pembangunan olahraga secara menyeluruh.
"ISS tahun ini kita melibatkan semua stakeholders yang lebih besar, yaitu private sector dan masyarakat, untuk menjadi bagian daripada pembangunan olahraga secara menyeluruh," kata Erick dalam sambutannya.
Sport in Indonesia Jadi Pintu Tunggal Ekosistem Olahraga
Kemenpora merilis Sport in Indonesia sebagai kalender besar olahraga nasional sekaligus portal akses terpadu bagi pelaku industri. Erick menyebut platform ini akan mempromosikan infrastruktur olahraga yang layak dan terawat, serta mendorong event seperti pencak silat dan karapan sapi masuk radar dunia.
Langkah ini menjawab persoalan lama yang diakui Erick masih membelit pengembangan olahraga nasional. Regulasi antar sektor dinilai saling mengikat sehingga menghambat pertumbuhan prestasi, sport tourism, dan sport industry.
"Kita merilis hari ini Sport in Indonesia, kalender besar olahraga di Indonesia. Kalender besar ya, bukan kecil-kecil," ujar Erick.
Pergeseran Cara Pandang: Dari Pos Biaya ke Investasi
Erick menegaskan pemerintah ingin membalik logika yang bertahan sejak 1962, ketika olahraga dipandang sebagai beban anggaran semata. Menurutnya, pemerosotan perlakuan terhadap sektor ini harus dihentikan karena olahraga menyentuh pembentukan karakter generasi muda.
"Olahraga adalah investasi untuk karakter bangsa, dan itu sejalan dengan apa yang diharapkan oleh Presiden Prabowo Subianto," kata Erick.
Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan peserta ISS 2026 yang digelar di JCC, Jakarta, Jumat (11/9) sore. Kemenpora menempatkan diri sebagai agregator yang menyatukan akses bagi pelaku sport industry dan sport tourism dalam satu portal.
"Kemenpora di tahun kedua Indonesia Sport Summit sudah punya loncatan baru, yaitu menjadi agregator yang namanya Sport in Indonesia," pungkas Erick.
Peluang Sektor Swasta di Sport Tourism dan Industri
Bagi pelaku usaha, pembukaan akses lewat Sport in Indonesia berpotensi memangkas biaya koordinasi yang selama ini menjadi hambatan masuk. Penyelenggara event, pengelola venue, dan operator sport tourism bisa mengakses informasi kalender, infrastruktur, serta regulasi dalam satu kanal.
Pemerintah menargetkan kolaborasi lintas sektor ini mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui event olahraga berskala nasional dan internasional. Pencak silat dan karapan sapi disebut sebagai contoh event yang layak dipromosikan ke pasar global.
Keberhasilan ISS 2026 akan diukur dari seberapa cepat sektor swasta merespons kanal baru ini. Tanpa partisipasi pelaku usaha, pergeseran dari pos biaya ke investasi hanya akan berhenti sebagai wacana kebijakan.