BANJARMASIN — Geliat olahraga bela diri sambo di Kalimantan Selatan kian terasa. Cabang olahraga yang mengombinasikan teknik gulat dan judo ini kini tidak lagi dipandang sebagai olahraga asing, melainkan pilihan baru bagi atlet muda yang ingin mengembangkan kemampuan bertarungnya.
Sejumlah atlet muda mulai serius menekuni sambo. Mereka menilai karakteristik gerakannya menantang dan berbeda dari bela diri konvensional yang selama ini populer di daerah.
Salah satu alasan sambo diminati adalah pendekatannya yang mengutamakan keselamatan. Olahraga ini mengajarkan teknik bertarung yang tetap bisa dipelajari oleh pemula tanpa mengesampingkan aspek keamanan.
Pembekalan teknik dalam sambo dinilai dapat menjadi fondasi yang baik bagi atlet untuk mengembangkan kemampuan lebih jauh. Hal ini yang membuat cabang olahraga ini relevan bagi mereka yang sudah memiliki pengalaman bela diri sebelumnya.
Muhammad Hamim menjadi salah satu contoh nyata. Atlet asal Kotabaru ini memilih menekuni sambo karena variasi gerakannya dinilai sesuai dengan kemampuan bela diri yang selama ini ia tekuni.
Keputusan Hamim mencerminkan tren yang lebih luas di Kalimantan Selatan. Banyak atlet muda yang sebelumnya akrab dengan bela diri lain kini mulai melirik sambo sebagai cabang olahraga baru untuk mengasah kemampuan.
Bertambahnya atlet muda sambo di Kalimantan Selatan membuka peluang untuk memperkuat pembinaan dan regenerasi atlet di daerah. Kondisi ini dinilai positif bagi masa depan olahraga tersebut di tingkat provinsi.
Para atlet optimistis sambo akan terus berkembang dan mampu melahirkan prestasi di tingkat yang lebih tinggi. Ekosistem pembinaan yang semakin kuat dan kompetitif diharapkan menjadi modal utama untuk bersaing di kancah nasional.
Dengan semakin banyaknya peminat, Kalimantan Selatan berpotensi menjadi salah satu lumbung atlet sambo di Indonesia. Yang dibutuhkan selanjutnya adalah dukungan pembinaan berkelanjutan agar minat yang besar ini bisa dikonversi menjadi prestasi nyata.