KANDANGAN — Musda XI MUI Kalsel yang digelar pada 13-15 Februari 2026 di HSS menuai sorotan. Di ruang sidang, spanduk utama hanya memuat foto Bupati dan Wakil Bupati HSS, serta foto Ketua MUI Kalsel dan Sekretarisnya. Tidak ada visual Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel di titik-titik utama dekorasi ruangan.
Agenda Musda ini sendiri adalah pemilihan Ketua MUI Kalsel periode 2026-2031. Acara dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kalsel, Muhammad Syarifuddin, dan dihadiri sejumlah pejabat daerah serta tokoh agama.
Seorang pengamat pemerintahan daerah yang enggan disebut namanya menilai kekeliruan ini sebagai kelalaian mendasar. “Musda tingkat provinsi wajib menampilkan unsur pimpinan daerah yang membawahi. Tidak memasang foto Gubernur dan Wagub menunjukkan panitia tidak memahami etika protokoler dan tidak menghargai hirarki pemerintahan,” ujarnya, Rabu (20/5/2026).
Dalam acara resmi yang melibatkan unsur provinsi, pemasangan foto pimpinan daerah tertinggi merupakan standar protokol yang berlaku. Ketidakhadiran foto tersebut dianggap mencederai tata kelola penyelenggaraan forum pemerintahan.
Hingga berita ini diturunkan, pihak panitia pelaksana Musda XI MUI Kalsel belum memberikan klarifikasi. Belum diketahui secara pasti penyebab tidak ditampilkannya foto Gubernur dan Wakil Gubernur Kalsel pada spanduk acara.
Ketiadaan konfirmasi ini menimbulkan pertanyaan di kalangan peserta dan pengamat terkait koordinasi antara panitia Musda dengan pemerintah provinsi. Apakah ini murni kesalahan teknis atau ada faktor lain yang melatarbelakanginya.
Meski terjadi kesalahan protokoler, proses pemilihan pengurus MUI Kalsel periode 2026-2031 tetap berlangsung sesuai jadwal selama dua hari. Acara pembukaan yang dihadiri Sekdaprov Kalsel berjalan tanpa hambatan berarti.
Musda MUI merupakan forum strategis bagi organisasi ulama di tingkat provinsi. Kelancaran acara tetap menjadi prioritas utama, namun standar protokoler publik dinilai tidak boleh diabaikan begitu saja.