BANJARBARU — Wagub Kalsel Hasnuryadi Sulaiman menegaskan bahwa semangat juang para pendahulu harus ditransformasikan ke dalam aksi pembangunan daerah. Ia mengingatkan, kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari penebusan darah dan nyawa, bukan hadiah semata.
Ziarah Bukan Sekadar Ritual Tahunan
Upacara ziarah di Banjarbaru itu menjadi pengingat bahwa perjuangan fisik para pejuang ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan memiliki arti strategis bagi keutuhan NKRI. Hasnuryadi menyebut, penghormatan kepada arwah Brigjen Hasan Basri dan seluruh pejuang harus diwujudkan dalam doa dan tindakan nyata.
“Sebagai penghormatan kepada arwah Brigjen Hasan Basri beserta seluruh pejuang ALRI Divisi IV Pertahanan Kalimantan, mari kita doakan agar beliau-beliau diberikan tempat terbaik dan paling mulia di sisi Tuhan Yang Maha Esa,” ujar Hasnuryadi dalam sambutannya.
Prinsip ‘Jas Merah’ Jadi Pegangan Pemuda
Wagub Kalsel secara khusus mengingatkan generasi muda untuk memegang teguh prinsip “Jas Merah” yang pernah digaungkan Presiden Soekarno. Menurutnya, memahami sejarah perjuangan adalah kunci agar bangsa tidak kehilangan arah.
“Kita harus memahami bagaimana para pahlawan memperjuangkan kemerdekaan dan mempertahankan NKRI dengan seluruh pengorbanan yang mereka miliki,” tutur Hasnuryadi.
Ia menambahkan, tantangan generasi saat ini telah bergeser dari medan perang ke medan pembangunan. Tugas utama pemuda kini adalah mengisi kemerdekaan dengan kontribusi terbaik di bidang masing-masing.
Warisan Terbaik: Keteguhan Mengabdi untuk Banua
Hasnuryadi mengajak masyarakat untuk melanjutkan cinta dan pengabdian kepada Kalimantan Selatan serta NKRI. Ia menekankan bahwa warisan terbaik para pendahulu bukanlah materi, melainkan keteguhan dalam mengabdi.
“Mudah-mudahan kita yang masih diberikan kehidupan bisa melanjutkan cinta dan pengabdian kepada Banua yang tercinta serta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia,” lanjutnya.
Menutup pernyataannya, Wagub Kalsel mengingatkan bahwa menjaga persatuan dan memberikan yang terbaik bagi bangsa adalah bentuk nyata dari perjuangan di era modern. “Sekarang tugas kita adalah mengisi kemerdekaan, menjunjung tinggi persatuan, cinta tanah air, dan selalu memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara,” pungkasnya.