BANJARBARU — Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia, Muhammad Taufiq, menilai kehadiran Banua Kalsel Corporate University sebagai terobosan besar dalam pengelolaan sumber daya manusia aparatur. Menurutnya, sistem ini akan melibatkan seluruh unsur pimpinan dan pegawai di lingkungan Pemprov Kalsel. Pembelajaran yang dirancang tidak lagi berhenti di ruang kelas, tetapi menjabarkan langsung visi dan misi pemerintah provinsi ke dalam pekerjaan sehari-hari.
“Kami sangat mengapresiasi BPSDM Kalimantan Selatan atas inisiatifnya menghadirkan Banua Kalsel Corporate University. Ini merupakan terobosan besar karena pembelajaran akan melibatkan seluruh unsur pimpinan dan pegawai, serta menjabarkan secara langsung visi dan misi pemerintah provinsi,” ujar Taufiq.
Fokus Pembelajaran Bergeser ke Meja Kerja
Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Syarifuddin, menyampaikan bahwa penerapan Corporate University merupakan bagian dari transformasi pengembangan SDM aparatur. Ada tiga fokus utama dalam sistem tersebut, yakni menyelaraskan pembelajaran dengan strategi pembangunan daerah, mendorong pembelajaran berkelanjutan, serta meningkatkan profesionalisme ASN.
Menurut Syarifuddin, seluruh pelatihan aparatur harus selaras dengan visi-misi dan prioritas pembangunan Kalimantan Selatan. Aparatur juga didorong belajar mandiri, adaptif, dan memanfaatkan teknologi agar birokrasi bekerja lebih lincah serta berorientasi pada hasil.
“Dengan Banua Kalsel, ruang belajar berpindah dari kelas ke meja kerja. Apa yang dipelajari hari ini dapat dipakai pada pekerjaan esok harinya, sehingga belajar menjadi bagian dari budaya kerja kita sehari-hari,” tegasnya.
Dasar Hukum dan Target Akreditasi BPSDMD Kalsel
Kepala BPSDMD Provinsi Kalimantan Selatan, Faried Fakhmansyah, menjelaskan bahwa Banua Kalsel Corporate University dikembangkan dengan mengacu pada Peraturan Lembaga Administrasi Negara Nomor 6 Tahun 2023 tentang Sistem Pembelajaran Pengembangan Kompetensi Secara Terintegrasi. Kerangka itu diperkuat Keputusan Kepala LAN Nomor 306/K.1/HKM.02.2/2024 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Pembelajaran Pengembangan Kompetensi Secara Terintegrasi pada Tingkat Instansi.
Lewat kerangka tersebut, pengembangan kompetensi ASN diarahkan berlangsung secara terstruktur, komprehensif, dan berkesinambungan. Program pembelajaran dirancang memiliki keterkaitan langsung dengan target kinerja organisasi serta visi dan misi pembangunan Kalimantan Selatan.
BPSDMD Kalsel turut memperkuat penjaminan mutu pelatihan agar setiap tahapan pengembangan kompetensi memenuhi standar yang dibutuhkan. Faried menyebut penjaminan mutu bukan sekadar sistem pengawasan, melainkan ekosistem yang terintegrasi, mulai dari perencanaan kurikulum, kualitas widyaiswara, proses pembelajaran, hingga evaluasi pascapelatihan.
“Penjaminan mutu bukan sekadar sistem pengawasan, melainkan ekosistem yang terintegrasi. Setiap tahapan, mulai dari perencanaan kurikulum, kualitas widyaiswara, proses pembelajaran, hingga evaluasi pascapelatihan, harus berjalan sesuai standar kualitas yang adaptif terhadap kebutuhan zaman,” jelas Faried.
Adaptasi Teknologi dan AI Jadi Perhatian
Taufiq menambahkan, pengembangan kompetensi ASN harus mampu menyesuaikan diri dengan perubahan zaman, termasuk kemajuan teknologi dan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Karena itu, pembelajaran perlu dirancang terintegrasi agar pengetahuan yang diperoleh aparatur dapat diterapkan untuk menyelesaikan persoalan pekerjaan.
“Pembelajaran bagi ASN perlu berfokus pada pembelajaran terintegrasi di tempat kerja. Dengan demikian, aparatur dapat terus mengembangkan kemampuan dan menerapkan pengetahuan yang diperoleh untuk menyelesaikan persoalan serta meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.
Syarifuddin juga menekankan pentingnya keterlibatan seluruh kepala perangkat daerah untuk memastikan sistem pembelajaran berjalan efektif. Budaya belajar harus terintegrasi dengan pekerjaan sehingga hasil pelatihan dapat segera diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan peningkatan kinerja organisasi.
Sebagai bagian dari penguatan kelembagaan, BPSDMD Kalsel menargetkan peningkatan akreditasi dari kategori B menjadi kategori A pada 2027. Target tersebut didukung upaya perbaikan kualitas penyelenggaraan pelatihan yang berkelanjutan.