BANJARMASIN — Basarnas meminta keluarga korban KM Virgo Transport 8 menghentikan penantian di pelabuhan dan menunggu informasi dari jarak yang lebih aman. Setiap korban yang ditemukan akan langsung dibawa ke DVI Polri Banjarmasin untuk proses identifikasi, sehingga keluarga tidak dapat langsung menerima jenazah di lokasi.
Hingga operasi memasuki hari ke-22, tim SAR telah mengevakuasi 190 korban. Sebanyak 108 orang ditemukan selamat dan 82 lainnya meninggal dunia, sementara 53 korban masih dalam pencarian.
Mengapa Keluarga Diminta Tidak Bertahan di Pelabuhan
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyebut sebagian keluarga korban masih berada di pelabuhan hingga kini. Kondisi itu menjadi perhatian karena penantian panjang berpotensi mengganggu kesehatan maupun kebutuhan pokok mereka.
"Keluarga korban yang sampai sekarang masih bertahan menunggu di pelabuhan tentunya menjadi perhatian khusus kita. Kesehatan dan kebutuhan-kebutuhan pokok mereka pasti juga akan terganggu," ujarnya saat wawancara dengan PRO3 RRI, Minggu, 4 Oktober 2026.
Syafii mengatakan persoalan keluarga korban telah dibicarakan bersama pemerintah daerah dan sejumlah instansi. Koordinasi melibatkan pemerintah provinsi, Polda, Korem, hingga jajaran KSOP.
Opsi Penginapan atau Pulang ke Rumah Masing-Masing
Dalam koordinasi tersebut dibahas kemungkinan penyediaan penginapan bagi keluarga yang masih bertahan di pelabuhan. Pilihan lainnya, keluarga dapat kembali ke tempat masing-masing sembari menunggu perkembangan pencarian.
"Saya menyampaikan kepada Bapak Gubernur agar keluarga-keluarga ini bisa mendapatkan perhatian. Apakah difasilitasi di penginapan atau diarahkan kembali ke keluarga masing-masing," katanya.
Menurut Syafii, keluarga tidak perlu terus berada di pelabuhan untuk menunggu korban ditemukan. Basarnas akan menyampaikan informasi kepada keluarga apabila terdapat perkembangan dalam operasi pencarian.
Korban Harus Lewati Identifikasi DVI Sebelum Diserahkan
Korban yang ditemukan tidak dapat langsung dikenali maupun diserahkan kepada keluarga. Tim akan terlebih dahulu membawa korban ke DVI Polri Banjarmasin untuk menjalani proses identifikasi.
"Andai saja ada penemuan korban, pasti korban langsung dibawa ke DVI Polri yang ada di Banjarmasin. Sewaktu-waktu ada informasi tentunya pasti akan disampaikan," ucapnya.
Pencarian Tetap Dilakukan Meski Lebih dari Tiga Pekan
Syafii memastikan pencarian tetap dilakukan semaksimal mungkin meski operasi telah berlangsung lebih dari tiga pekan. Basarnas berharap korban yang ditemukan nantinya dapat diserahkan kembali kepada keluarga secara terhormat.
"Prinsipnya dalam operasi SAR, kita akan semaksimal mungkin untuk mencari. Kita bisa menyerahkannya kepada keluarga dalam kondisi terhormat," ujarnya.