TENGGARONG — Perwakilan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat dan panitia yang berpartisipasi melestarikan adat dan budaya Kutai. Acara Pentas Seni dan Bazar UMKM Banjar Erau menjadi bagian dari rangkaian Erau Adat Kutai 2026 Pelas Benua Etam.
Hadir dalam acara itu perwakilan Sri Paduka Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura ke-21, Drs. Adji Muhammad Arifin, M.Si., yakni Aji Putri Prabu Inderaningrat. Turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh adat, tokoh budaya, dan tokoh pemuda.
Erau Bukan Sekadar Perjalanan Sejarah
Dalam sambutannya, perwakilan Pemkab Kukar menegaskan posisi Erau sebagai warisan yang hidup. Nilai-nilai luhur adat istiadat, seni tradisi, kearifan lokal, dan semangat kebersamaan di dalamnya diwariskan dari generasi ke generasi.
"Erau bukan hanya perjalanan sejarah, di dalamnya terdapat nilai-nilai luhur adat istiadat, seni tradisi, kearifan lokal serta semangat kebersamaan yang diwariskan dari generasi ke generasi," ujarnya.
Dari 2.500 Festival, Erau Masuk 100 Terbaik
Pemkab Kukar menyampaikan kebanggaan karena pada 2026 ini Erau Adat Kutai masuk dalam 100 terbaik dari 2.500 agenda festival budaya di Indonesia. Capaian itu disebut menjadi pengakuan atas konsistensi Kukar merawat tradisi Kesultanan Kutai Kartanegara.
Pelestarian budaya dinilai akan menumbuhkan ekosistem budaya yang berdampak positif bagi pelaku seni, UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif masyarakat. Bazar UMKM yang digelar bersamaan dengan pentas seni menjadi gambaran nyata bagaimana tradisi dan ekonomi warga saling menopang.
Kukar dan IKN dalam Satu Tarikan Sejarah
Perwakilan Pemkab Kukar menempatkan Kukar sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, Kukar memiliki sejarah panjang, dari Kerajaan Kutai yang berdiri abad ke-4 hingga menjadi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura.
"Kukar adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Ibu Kota Nusantara (IKN). Kita memiliki sejarah panjang, dari Kerajaan Kutai yang berdiri abad ke-4 hingga menjadi Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura," tambahnya.
Pesan untuk Generasi Muda Kukar
Pemkab Kukar berpesan agar generasi muda tidak hanya menjadi penonton budaya. Mereka diminta menjadi pelaku, penjaga, dan penerus kebudayaan Kutai.
"Jadilah generasi yang maju tanpa kehilangan akar budaya, jadilah generasi yang modern tanpa melupakan adat dan tradisi," pesannya.
Acara ditutup dengan ajakan kepada seluruh pengunjung untuk menikmati pentas seni dengan tertib, menjaga kebersihan, dan menjunjung tinggi nilai adat Kutai.