BANJARMASIN — Warga kawasan padat penduduk di Jalan Bandarmasih, Kompleks DPR Banjarmasin RT 31, dikejutkan dengan kobaran api yang melahap sejumlah bangunan pada Selasa (25/8/2026) pagi. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 04.00 Wita itu menyebabkan empat bangunan mengalami kerusakan, dua di antaranya ludes tak tersisa.
Berdasarkan keterangan saksi di lokasi, api pertama kali terlihat dari salah satu kamar bedakan yang sedang kosong. Bangunan yang terbuat dari material kayu itu membuat api cepat membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya.
Api Berasal dari Bedakan Kosong yang Terbakar
Salah seorang saksi, Roki, menuturkan dirinya mendengar suara seperti sesuatu yang terbakar dari kamar bedakan di samping tempat usahanya. Saat diperiksa, api sudah membesar di dalam ruangan dan membakar kasur yang berada di depan pintu.
"Pas saya lihat ternyata api sudah di dalam. Tapi saat kejadian ada kasur di depan pintu itu yang terbakar juga," kata Roki kepada petugas di lokasi kejadian.
Karena bangunan didominasi bahan kayu, api dengan cepat menjalar ke bangunan lain yang berdekatan. Suasana geger pun tak terhindarkan di kawasan yang dikenal padat hunian tersebut.
Empat Bangunan Terdampak, Dua Ludes Terbakar
Sedikitnya empat bangunan tercatat terdampak dalam insiden ini. Rinciannya, dua rumah kosong dan satu bedakan empat pintu hangus terbakar, sementara satu kos-kosan tiga pintu mengalami kerusakan akibat menjalarnya api.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Kerugian materiil akibat kebakaran masih dalam pendataan petugas.
Relawan dan BPK Berjibaku Padamkan Api Selama Satu Jam
Personel BPK dari berbagai penjuru Kota Banjarmasin bersama relawan langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, api akhirnya berhasil dikuasai dan dipadamkan.
Petugas masih melakukan investigasi untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, warga yang bangunannya terdampak diimbau untuk melaporkan kerugian ke kelurahan setempat guna mendapatkan pendampingan lebih lanjut.