KALIMANTAN SELATAN — Peringatan hari jadi Arema FC tahun ini tidak dirayakan dengan panggung musik atau pesta megah. Di pelataran markas mereka, Jalan Mayjend Panjaitan Nomor 42, Kota Malang, suasana khidmat justru menyelimuti acara yang dihadiri jajaran direksi, staf klub, hingga puluhan anak yatim piatu dari Yayasan Sunan Kalijaga (Yasuka) Blimbing.
General Manager Arema FC, Yusrinal Fitriandi, menyebut tradisi syukuran sederhana ini adalah pilihan sadar klub dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, momen ulang tahun adalah waktu yang tepat untuk introspeksi dan memohon rida, bukan sekadar hura-hura.
"Beberapa tahun terakhir ini, kita meyakini untuk merayakan ulang tahun dengan memilih mendekatkan diri kepada Allah SWT. Kami rasa kami harus sangat bersyukur sekali atas rida yang sudah diberikan," ujar pria yang akrab disapa Inal tersebut.
Pembagian Peran: Manajemen Berbenah, Aremania Pesta di Luar
Inal menjelaskan, tidak adanya acara gebyar di lapangan merupakan keputusan yang sudah dikomunikasikan dengan Koordinator Presidium Aremania Utas, Ali Rifki. Manajemen memilih fokus pada pembenahan internal dan penyempurnaan operasional tim, sementara panggung euforia untuk suporter sepenuhnya diserahkan kepada presidium.
"Kalau ada yang bertanya, kenapa tidak ada acara gebyar di lapangan, kami sudah bicara dengan Pak Ali Rifki. Euforia di lapangan atau di luar itu, areanya pihak presidium untuk berpesta bersama teman-teman Aremania. Kami dari manajemen menyokong dari doa saja," terangnya.
Anak Yatim Jadi Penumpang Perdana Bus Baru Singo Edan
Puncak acara ditandai dengan peresmian dua unit bus operasional anyar berkaroseri Morodadi Prima, hadiah dari CEO Arema FC, Iwan Budianto. Alih-alih dirayakan dengan kemeriahan, prosesi pemotongan tumpeng dan potong pita justru dilanjutkan dengan mengajak anak-anak panti asuhan menjadi penumpang pertama.
Senyum ceria terpancar dari wajah puluhan anak yatim saat diajak melintasi sudut-sudut Kota Malang dengan bus baru tersebut. Mereka berkesempatan melihat langsung interior kustom yang mewah, sembari merasakan kehangatan keluarga besar Singo Edan di hari jadi klub.
Simbol Kebangkitan Arema FC Menuju Super League 2026/2027
Manajer Operasional Arema FC, Sudarmaji, menegaskan kehadiran armada baru ini bukan sekadar fasilitas transportasi. Momentum HUT ke-39 dan bus baru dianggap sebagai simbol kebangkitan seluruh elemen klub dan masyarakat Malang Raya jelang bergulirnya Super League 2026/2027.
"Semoga dengan adanya bus baru ini membawa langkah kebaikan, menjadikan muhasabah agar Arema FC ke depannya tambah lebih baik, lebih kuat, dan makin mempererat masyarakat Malang Raya," tutup Sudarmaji.