KABUPATEN BANJAR — Tumpukan sampah yang selama ini mencemari aliran Sungai Martapura kini berubah menjadi berkah bagi warga. Lewat program Green Action, warga yang membawa sampah plastik bisa langsung menukarnya dengan kebutuhan pokok. Kegiatan ini juga diisi penanaman pohon di area bantaran sungai yang sebelumnya gersang.
Inisiatif ini lahir dari kolaborasi Banua Pers Community bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Kalsel dan sejumlah pihak swasta. Ketiganya sepakat bahwa menjaga lingkungan tidak cukup hanya dengan imbauan, tetapi perlu aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Insan Media Turun ke Lapangan, Bukan Sekadar Meliput
Yang menarik dari kegiatan ini, para jurnalis tidak hanya bertugas meliput, tetapi ikut merancang, melaksanakan, hingga mengevaluasi program. Kepala DLH Kalsel, Rahmat Prapto Udoyo, menilai keterlibatan ini sebagai hal luar biasa karena media biasanya hanya menjadi pengamat.
"Ini suatu hal luar biasa yang diinisiasi rekan media berkolaborasi dengan DLH Provinsi Kalsel serta beberapa sponsorship," ujarnya.
Menurut Rahmat, model kolaborasi semacam ini bisa menjadi contoh bagi daerah lain. Ia membayangkan jika ribuan perusahaan di Kalsel rutin menyisihkan dana untuk program serupa, dampaknya akan sangat besar bagi kebersihan lingkungan dan ketahanan pangan warga.
Aliran Sungai Martapura: Urat Nadi yang Harus Dijaga
Anggota DPRD Kalsel, Ahmad Sarwani, mengingatkan bahwa Sungai Martapura bukan sekadar pemandangan alam. Sungai ini merupakan sumber penghidupan bagi warga Kabupaten Banjar, mulai dari sumber air bersih hingga mata pencaharian.
"Aliran Sungai Martapura ini urat nadi dan menjadi sumber penghidupan masyarakat Kabupaten Banjar. Mari kita jaga dan pelihara, sehingga terus menjadi sumber mata air yang bisa dimanfaatkan masyarakat," ucapnya.
Ahmad menambahkan, aksi bersih-bersih dan menanam pohon adalah bagian dari pembentukan karakter dan regenerasi kearifan lokal. Ia berkomitmen mendorong kegiatan serupa di wilayah Martapura Barat dalam beberapa bulan mendatang.
Pohon yang Ditanam Wajib Dirawat, Bukan Sekadar Seremonial
Pelaksana Tugas Kepala DPRKPLH Kabupaten Banjar, Sutiyono, mengingatkan agar kegiatan ini tidak berhenti pada momentum perayaan. Kecintaan terhadap daerah harus dimulai dari tindakan sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan memilah sampah dari rumah.
"Cinta Banua, tidak membuang sampah sembarangan dan memilah sampah. Mulai dari hal kecil dan hari ini," ungkapnya.
Sekretaris Banua Pers Community, Hasan Subuh, mengakui bahwa tantangan terbesar setelah kegiatan ini adalah perawatan pohon. Menurutnya, pohon yang ditanam harus dirawat bersama-sama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
"Kami berharap ini terus berlanjut, termasuk untuk merawat pohon. Tidak bisa hanya satu atau dua orang saja, tentunya kita mengajak masyarakat untuk aksi nyata," katanya.
Ia menegaskan, menjaga lingkungan bukan pekerjaan satu kelompok atau pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Meski kegiatan ini tidak menargetkan jumlah peserta tertentu, antusiasme warga yang hadir dinilai cukup baik dan diharapkan terus tumbuh. (KW)