BANJARBARU — Kebijakan penempatan aparatur sipil negara (ASN) sesuai daerah domisili yang tengah dijalankan Badan Kepegawaian Negara (BKN) mendapat sambutan positif dari kalangan ASN di Kalimantan Selatan. Mereka menilai langkah ini bukan hanya soal jarak tempuh kerja, tetapi juga berdampak langsung pada stabilitas ekonomi keluarga.
Dendy Prasetyo, ASN pada salah satu instansi vertikal di Kota Banjarbaru, mengaku sangat diuntungkan dengan kebijakan tersebut. Pria yang juga berdomisili di Banjarbaru ini menyebut bahwa bekerja jauh dari keluarga selama ini memaksanya mengeluarkan biaya ganda.
Beban Ganda ASN yang Bertugas Jauh dari Rumah
"Setuju saja, sama seperti apa yang telah dilaksanakan BKN," katanya saat diwawancara awal pekan tadi.
Menurut Dendy, persoalan utama yang dirasakan ASN ketika ditempatkan di luar domisili adalah membengkaknya pengeluaran harian. Ia menyebut kondisi ini makin terasa berat bagi mereka yang sudah berkeluarga.
"Kalau kita jauh itu biaya lebih banyak. Sudahlah pendapatan terbatas, pengeluaran juga lumayan. Apalagi untuk yang sudah berkeluarga, yang bikin jadinya dua dapur," imbuhnya.
BKN Diminta Jadi Pelopor Kebijakan Domisili di Seluruh Kementerian
Dendy berharap kebijakan yang dirintis BKN ini tidak berhenti di internal kelembagaan saja. Ia mendorong seluruh kementerian dan lembaga untuk mengadopsi pola serupa agar ASN lain bisa menikmati manfaat yang sama.
"BKN sebagai awalan ya, harapan BKN itu seluruh kementerian/lembaga bisa mengikuti dan mengaplikasikan," harapnya.
Guru di Kalsel: Efisiensi Waktu dan Pemahaman Karakter Lokal
Senada dengan Dendy, Nisa Yunita yang berprofesi sebagai guru juga menyambut baik wacana ini. Baginya, penempatan sesuai domisili bukan hanya menghemat waktu tempuh, tetapi juga berdampak pada kualitas pengajaran.
"Apalagi apabila ASN tersebut ibu-ibu yang mempunyai anak kecil. Akan sangat terbantu dengan adanya wacana tersebut," ucapnya.
Nisa menilai seorang guru yang mengajar di daerah asalnya akan lebih mudah memahami karakter lingkungan sekitar. Hal ini membuat proses penyampaian materi pembelajaran menjadi lebih efektif karena pendekatan yang digunakan bisa disesuaikan dengan kultur setempat.
"Selain hal tersebut, untuk daerah yang anggaran keuangannya agak terbatas dalam hal memberikan tambahan penghasilan tidak terlalu jadi permasalahan besar, karena jarak ASN ke tempat kerja tidak terlalu jauh," tuntasnya.