BANJARBARU — Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan bersama TNI, BPBD, dan relawan memadamkan beberapa titik karhutla di Banjarbaru dan perbatasan Kabupaten Banjar. Kabut asap tebal sempat melumpuhkan arus lalu lintas di Jalan Ahmad Yani sejak pagi hingga siang.
Kapolda Kalsel Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan turun langsung ke lokasi, termasuk ke titik api di kawasan belakang SPBU, lahan seberang KCG. Kawasan Kilometer 17 Jalan Ahmad Yani itu sebelumnya terbakar pada pagi hari.
Titik api di belakang SMA Banua Boarding School menutup jalan raya sejak pukul 10.00 hingga 11.00 WITA. Asap tebal menghambat kendaraan yang melintas di jalur utama penghubung Banjarbaru–Banjar tersebut.
"Tadi yang ada di belakang SMA Banua Boarding School, itu pagi tadi sekitar pukul 10 sampai 11 sempat menutup jalan raya dan menghambat arus lalu lintas," ujar Rosyanto di lokasi pemadaman.
Tim gabungan berhasil mengendalikan titik api utama sekitar pukul 13.00 WITA. Sisa kabut asap masih menyelimuti kawasan sekitar meski api sudah tidak menyala.
Saat meninjau titik api susulan di belakang SPBU, Rosyanto menyebut persediaan cairan surfaktan habis. Kondisi itu membuat proses pemadaman berlangsung lebih lambat dan menuntut volume air jauh lebih besar.
"Kendala kita, cairan surfaktan kita hari ini habis, jadi agak sulit kita untuk melakukan pemadaman," ungkapnya.
Cairan surfaktan terbukti mempercepat pemadaman sekaligus meredam sisa asap. Tanpa campuran itu, petugas harus menyemprotkan air lebih banyak dan menunggu lebih lama hingga api benar-benar padam.
"Tadi kita mencoba dengan pemadaman biasa saja, air yang kita gunakan cukup banyak dan memerlukan waktu yang agak lama dan ekstra. Namun tadi masih ada sisa-sisa sedikit dari cairan surfaktan, kita coba campur, alhamdulillah di lokasi ini dalam waktu yang cukup singkat bisa dipadamkan dan udaranya juga sudah dingin karena asapnya sudah tidak ada," jelasnya.
Menurut Rosyanto, surfaktan bekerja menutup asap dari bekas kebakaran sehingga udara sekitar lebih cepat dingin. Sifat itu membuat cairan tersebut dinilai efektif untuk penanganan karhutla di lahan gambut.
Kepolisian bersama instansi terkait akan memperbesar produksi cairan surfaktan dalam skala lebih besar. Hasilnya dijadwalkan langsung disalurkan ke seluruh satuan tugas di lapangan pada keesokan hari.
"Mudah-mudahan besok kita bisa produksi yang agak banyak, dan akan kita bagi kepada TNI, Polri, Relawan, serta BPBD yang melakukan pemadaman karena itu terbukti cukup efektif sore ini," tutup Rosyanto.
Sejumlah titik api susulan masih dipantau tim gabungan hingga sore. Petugas bersiaga di lahan-lahan terbuka sekitar Jalan Ahmad Yani yang rawan terbakar saat kemarau.