KALIMANTAN SELATAN — Persija Jakarta menutup laga kontra Arema FC dengan kemenangan telak 5-1 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Rabu (21/10/2026). Alexandre Jeremejeff membuka pesta gol Macan Kemayoran, Ivan Mamut menutupnya, sementara ribuan The Jakmania menggema di tribun tuan rumah.
Kemenangan lima gol tanpa balas yang berarti bagi Persija itu lahir di hadapan pendukung sendiri, di stadion yang kembali menjadi markas sementara Macan Kemayoran. Arema FC pulang dengan luka dalam, meski Aremania tetap bernyanyi lantang sepanjang laga.
Alexandre Jeremejeff menjadi pembuka keunggulan Persija lewat gol pertamanya di laga tersebut. Penyerang asal Swedia itu memanfaatkan ruang di lini belakang Arema dan menuntaskan peluang dengan tenang.
Selebrasi Jeremejeff langsung disambut gemuruh The Jakmania. Gol pembuka itu jadi pemicu dominasi Persija di sepanjang pertandingan.
Di ujung laga, Ivan Mamut memastikan pesta gol tuntas. Gol kelima Persija dari kaki penyerang Kroasia tersebut menjadi penutup yang membuat tribun Stadion Patriot Candrabhaga bergemuruh lebih kencang.
Ribuan The Jakmania memenuhi tribun dan menciptakan atmosfer tekanan bagi tim tamu. Nyanyian dan koreografi suporter tuan rumah tidak berhenti sejak kickoff.
Aremania tak tinggal diam. Meski timnya tertinggal jauh, mereka tetap bernyanyi lantang mendukung Arema FC di tengah dominasi suporter tuan rumah — pemandangan yang jarang terlihat di laga dengan selisih skor sebesar itu.
Laga ini juga mencatat Shayne Pattynama kembali tidak masuk skuad Persija. Absennya bek naturalisasi itu menambah daftar persoalan komposisi yang harus dihadapi pelatih Shin Tae-yong.
Shin Tae-yong sebelumnya sempat menyoroti kondisi Persija yang tak bisa bermain di Jakarta. Pelatih asal Korea Selatan itu menyebut situasi tersebut sebagai tantangan tersendiri bagi timnya.
Kemenangan 5-1 ini menjadi modal penting bagi Persija di tengah jadwal kompetisi yang padat. Nadeo Argawinata dkk. sebelumnya sempat menelan kekalahan dari Persita, dan hasil kontra Arema menjadi jawaban atas kritik yang muncul.
Nadeo menegaskan kekompakan tim tidak akan berubah jelang laga-laga berikutnya. Kiper Timnas Indonesia itu memilih fokus pada performa tim ketimbang isu eksternal yang sempat menyeret nama Persija.
Di luar lapangan, Persija masih menghadapi konsekuensi dari insiden suporter. PSSI menjatuhkan hukuman berupa larangan suporter away selama setengah musim serta denda total Rp90 juta.
Isu pengurangan poin sempat mencuat setelah kerusuhan suporter dalam laga melawan Persita. Shin Tae-yong menegaskan kerusuhan suporter tidak otomatis berujung sanksi pengurangan poin, dan Nadeo memilih tidak larut dalam polemik tersebut.
Persija kini punya alasan untuk tersenyum di tengah tekanan. Lima gol ke gawang Arema FC adalah pernyataan tegas bahwa Macan Kemayoran masih punya taring di kompetisi musim ini.