BANJARMASIN — Ketua DPD Partai Golkar Kalsel H Hasnuryadi Sulaiman menyebut peringatan HUT ke-62 partainya tahun ini tidak digelar meriah. Meski begitu, doa dan aksi sosial tetap menjadi isi utama rangkaian kegiatan.
Syukuran di Banjarmasin itu juga diisi pemotongan tumpeng, pemberian tali asih kepada sejumlah tokoh Golkar, serta santunan bagi anak-anak panti asuhan. Tausiah disampaikan Ustaz Supian Albanjari.
Rangkaian peringatan HUT ke-62 Golkar di Kalsel sebenarnya sudah dimulai sebelum syukuran. Pengurus partai lebih dulu menggelar tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Bumi Kencana dan berziarah ke makam sejumlah tokoh Golkar.
Tokoh yang diziarahi antara lain H Sulaiman HB, H Taufik Effendie, Ir HM Said, Hj Norlatifah Said, dan H Gt Thamrin. Ziarah dilakukan untuk mengenang jasa para pendahulu partai.
"Kita mengadakan peringatan HUT Golkar dengan tabur bunga di makam pahlawan dan ziarah ke makam sejumlah tokoh Golkar untuk mengenang jasa beliau-beliau yang telah meninggal. Bagaimanapun, jangan pernah melupakan sejarah karena kemerdekaan ini berkat perjuangan mereka," ujar Hasnuryadi seusai pemotongan tumpeng, Selasa malam.
Selain ziarah dan syukuran, peringatan HUT ke-62 Golkar Kalsel diwarnai penyerahan satu unit mobil HiAce. Kendaraan itu merupakan sumbangan dari H Hasnuryadi Sulaiman dan H Bambang Herry Purnama.
Bantuan paket sembako juga disalurkan kepada petugas pemadam kebakaran dan relawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Para relawan tersebut masih berjuang memadamkan titik api di sejumlah wilayah.
Hasnuryadi menegaskan peringatan tahun ini dilaksanakan secara sederhana sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi daerah. Kegiatan tetap diisi doa dan aksi sosial sebagai wujud rasa syukur sekaligus penghargaan kepada para pendahulu.
Rangkaian kegiatan HUT ke-62 Golkar Kalsel belum berakhir. Bakti sosial dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (24/10/2026), disusul donor darah sehari kemudian, Minggu (25/10/2026).
Aksi donor darah menargetkan pengumpulan 500 kantong darah. Target itu menjadi penutup rangkaian peringatan yang tahun ini lebih banyak diisi kegiatan sosial ketimbang seremoni.