Huawei Siapkan Sub-Brand Starlight, Garap Pasar Smartphone Kelas Menengah

Penulis: Toni Haryadi  •  Minggu, 18 Oktober 2026 | 17:50:31 WIB
Ilustrasi smartphone Huawei yang dikabarkan menyiapkan sub-brand Starlight untuk segmen kelas menengah.

KALIMANTAN SELATAN — Huawei dikabarkan menyiapkan sub-brand bernama Starlight untuk menyasar segmen smartphone kelas menengah, dengan penjualan yang disebut bakal sepenuhnya lewat kanal online. Rumor ini mencuat lewat leaker Weibo Digital Chat Station, yang menyebut salah satu model Starlight bakal memakai kipas pendingin aktif. Belum ada konfirmasi resmi Huawei soal spesifikasi, harga, maupun jadwal rilis.

Informasi soal Starlight pertama kali mencuat dari akun leaker Digital Chat Station di Weibo. Menurut bocoran tersebut, Huawei menyiapkan sejumlah model dalam lini ini, dengan salah satunya diarahkan ke segmen gaming lewat kehadiran kipas pendingin aktif di dalam bodi.

Kipas pendingin aktif masih jarang dipakai di smartphone konsumen. Beberapa merek gaming memang sudah mencobanya, tapi pendekatan ini menuntut ruang internal lebih besar dan manajemen daya yang lebih rumit. Kalau Huawei benar merealisasikannya, Starlight bakal menyasar pengguna yang butuh performa stabil saat sesi gaming panjang atau menjalankan aplikasi berat.

Dapur Pacu Kirin Seri 8 atau Seri 9

Untuk otak perangkat, Starlight diperkirakan memakai SoC Kirin seri 8 atau seri 9 buatan Huawei sendiri. Kedua lini chipset ini sudah dipakai di sejumlah produk Huawei sebelumnya, jadi secara ekosistem tidak terlalu mengejutkan.

Yang belum jelas justru seberapa besar Huawei akan memangkas spesifikasi untuk menekan harga di kelas menengah. Digital Chat Station belum membocorkan detail soal kapasitas RAM, penyimpanan, ukuran layar, atau kapasitas baterai.

Posisi Starlight dan Bayang-Bayang Honor

Langkah membentuk sub-brand ini mengingatkan pada Honor, yang dulu berada di bawah Huawei sebelum memisahkan diri menjadi perusahaan tersendiri. Keduanya sama-sama menyasar pasar kelas menengah dengan kanal penjualan yang lebih lincah.

Bedanya, konteks pasar sekarang jauh berubah. Huawei masih menghadapi tekanan regulasi di sejumlah negara, termasuk pembatasan akses layanan Google. Strategi penjualan online disebut jadi pilihan supaya Starlight bisa bergerak lebih cepat tanpa bergantung pada jaringan distributor konvensional.

Belum ada kepastian apakah Starlight nantinya akan menempati posisi bisnis yang persis seperti Honor dulu, atau justru jadi lini eksperimen Huawei untuk teknologi pendingin dan chipset baru.

Yang Masih Gelap soal Starlight

Huawei belum mengumumkan Starlight secara resmi. Seluruh informasi soal sub-brand dan produk pertamanya masih sebatas rumor, jadi sebaiknya dibaca dengan hati-hati.

  • Belum ada konfirmasi resmi soal nama Starlight dari Huawei
  • Spesifikasi, harga, dan jadwal rilis belum bocor
  • Status ketersediaan di pasar Indonesia belum diketahui
  • Klaim kipas pendingin aktif baru sebatas bocoran leaker, belum ada bukti foto atau sertifikasi

Kalau rumor ini benar, Starlight bisa jadi cara Huawei menguji strategi baru di segmen yang selama ini dikuasai merek-merek China lain. Tapi sampai ada pengumuman resmi, semua masih spekulasi.

Reporter: Toni Haryadi
Sumber: gadget.jagatreview.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top