BPBD Kalsel Pakai Drone Thermal Deteksi Api Bawah Tanah di Lahan Gambut, 27 Ribu Hektare Terdampak Karhutla

Penulis: Reza Maulana  •  Sabtu, 17 Oktober 2026 | 12:47:31 WIB
Petugas BPBD Kalsel mengoperasikan drone thermal untuk mendeteksi titik api di bawah permukaan lahan gambut.

BANJARBARU — Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra menyatakan pemantauan visual dari permukaan tidak cukup untuk menemukan titik api yang membakar di bawah lapisan gambut. Drone thermal dipakai terus-menerus selama kebakaran bawah tanah masih berlangsung.

“Drone thermal terus kita pakai untuk melihat titik api di bawah tanah. Tentu saja itu adanya di lahan gambut yang saat ini masih terbakar. Itu menggunakan teknologi drone thermal,” kata Ronny.

Tiga kabupaten sudah menetapkan status tanggap darurat karhutla, yakni Tapin, Barito Kuala, dan Banjar. Status di tingkat provinsi sendiri masih siaga darurat hingga 31 Oktober 2026.

Selisih 27 Ribu Hektare Terdampak dan 41,7 Hektare Api Aktif

Angka luas lahan terdampak dan luas area yang masih menyala berasal dari dua metode pengukuran berbeda. Luas terdampak sekitar 27 ribu hektare dihitung dari akumulasi lahan yang terbakar, sementara 41,7 hektare adalah area yang masih memiliki api aktif berdasarkan pemantauan udara.

Kabupaten Banjar mendapat perhatian khusus dalam penanganan. BPBD Kalsel berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat pemadaman dan memantau perkembangan titik api di wilayah itu.

Hasil kaji cepat dari daerah, terutama Banjar, akan menjadi pertimbangan penentuan status penanganan berikutnya. Ronny menyebut peningkatan status masih berpeluang dilakukan.

“Namun memang sementara kemungkinan besar akan dijadikan status tanggap darurat,” ujarnya.

Bantuan Presiden Baru Menyasar 4 Daerah, Banjar dan Batola Belum Masuk

BPBD Kalsel telah menyalurkan bantuan peralatan dan perlengkapan sejak awal penanggulangan karhutla. Dukungan diberikan sesuai kebutuhan daerah dan kemampuan anggaran yang tersedia.

Bantuan dari Presiden melalui mekanisme Kementerian Kehutanan sudah diterima Kota Banjarbaru, Kabupaten Tapin, Hulu Sungai Selatan, dan Tanah Bumbu. Kabupaten Banjar dan Barito Kuala tidak termasuk dalam daftar penerima bantuan tersebut.

BPBD Kalsel melanjutkan pemantauan, mengoptimalkan teknologi deteksi titik api, dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Langkah itu diarahkan untuk mendukung penanganan kebakaran di wilayah yang masih terdampak karhutla.

Reporter: Reza Maulana
Sumber: banjarbaruklik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top