BANJARBARU — Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra memastikan dana tersebut sudah masuk ke rekening instansinya. "Kami sudah menerima. Ini on proses realisasi," ujarnya.
Tanah Laut mendapat alokasi Rp 20 miliar, disusul Banjarbaru dan Tapin masing-masing Rp 15 miliar. Hulu Sungai Selatan dan Tanah Bumbu kebagian Rp 10 miliar per daerah.
Kabupaten Banjar dan Barito Kuala tidak termasuk penerima Banpres, meski keduanya tercatat sebagai daerah dengan karhutla cukup tinggi. Banjar menyumbang 7.003 hektare luas terbakar, sementara Batola 3.261 hektare.
Sekdakab Banjar Yudi Andrea menyoroti perbedaan data luasan lahan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat. "Di tingkat pusat, kita (Banjar) disebut hanya sekitar dua hektare (luasan lahan terbakar)," katanya.
Data hingga 12 Oktober 2026 mencatat total luasan karhutla di Kalsel mencapai 27.049 hektare. Banjar menjadi penyumbang terbesar dengan 7.003 hektare, diikuti Hulu Sungai Selatan 4.206 hektare dan Tanah Laut 3.516 hektare.
Banjarbaru tercatat 3.320 hektare, Batola 3.261 hektare, dan Tapin 2.680 hektare. Hulu Sungai Utara menyumbang 1.088 hektare, Tanah Bumbu 723,85 hektare, Balangan 577 hektare, Hulu Sungai Tengah 297 hektare, Kotabaru 192,31 hektare, Tabalong 155 hektare, dan Banjarmasin 24,35 hektare.
Gubernur Kalsel H. Muhidin menegaskan pemerintah provinsi siap menambah dukungan operasional bagi daerah yang membutuhkan. Ia meminta para bupati dan wali kota segera berkoordinasi bila anggaran penanganan karhutla tidak lagi mencukupi.
"Kalau dana yang sudah diberikan oleh Presiden habis, tolong beritahu Gubernur agar bisa menyuplai kebutuhan yang diperlukan. Kemarin, kebutuhan solar juga kita bantu," katanya.
Dukungan dari sektor swasta mulai mengalir. Gubernur menyebut sudah ada empat perusahaan yang menyatakan kesiapan membantu pendanaan relawan untuk mendukung pemadaman di lapangan.
Pemprov Kalsel akan menyalurkan dukungan tersebut melalui lembaga atau kelompok relawan yang bisa dibina bersama perusahaan. "Sudah ada empat perusahaan yang siap membantu pendanaan relawan. Nanti kita carikan lembaganya, seperti kelompok relawan ini, untuk dibina oleh perusahaan-perusahaan yang ada di Kalsel," ujarnya.