Pipa Induk BPAM Banjarbakula Jebol, PTAM Intan Banjar Alihkan Air Baku dari Irigasi Riam Kanan

Penulis: Udin Syamsul  •  Senin, 12 Oktober 2026 | 07:47:31 WIB
Petugas memperbaiki pipa transmisi air baku berdiameter 1.200 mm yang jebol di Desa Sei Landas, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

BANJARBARU — Krisis air bersih yang melanda Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar memaksa PT Air Minum (PTAM) Intan Banjar mencari sumber air baku alternatif. Perusahaan daerah itu bersama Balai Pengelolaan Air Minum (BPAM) Banjarbakula meminta dukungan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan III Banjarmasin untuk memanfaatkan air dari jaringan Irigasi Riam Kanan.

Permintaan itu muncul menyusul jebolnya pipa transmisi air baku di Desa Sei Landas, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar. Pipa berdiameter 1.200 mm tersebut menjadi tulang punggung pasokan air baku bagi pelanggan di dua wilayah itu.

Air Irigasi Mulai Diolah Sejak Sabtu Sore

Humas PTAM Intan Banjar, Mahyuni, menyatakan pengolahan air baku dari Irigasi Riam Kanan sudah dimulai sejak Sabtu (10/10/2026) sekitar pukul 17.00 Wita. Hasil olahan air itu kini sudah masuk ke reservoir sebelum disalurkan ke pelanggan.

"Kami bersama BPAM Banjarbakula sudah mulai mengolah air baku dari Irigasi Riam Kanan. Saat ini air hasil pengolahan sudah masuk ke reservoir, selanjutnya akan disalurkan kepada pelanggan," ujar Mahyuni.

Meski produksi berjalan, distribusi ke rumah pelanggan belum kembali normal. Tekanan jaringan harus dipulihkan secara bertahap agar air bisa menjangkau wilayah yang jauh dari pusat distribusi.

"Air sudah masuk ke reservoir, tetapi tekanan jaringan harus dipulihkan dulu. Jadi, pasokan dilakukan bertahap, tidak bisa langsung menjangkau seluruh pelanggan secara bersamaan," jelasnya.

Peran BWS Kalimantan III Jadi Kunci Pemanfaatan Air Irigasi

Pemanfaatan air dari saluran irigasi tidak bisa dilakukan sepihak. PTAM Intan Banjar membutuhkan persetujuan BWS Kalimantan III selaku pemilik otoritas pengelolaan sumber daya air di wilayah tersebut.

Mahyuni menyebut koordinasi dengan BWS Kalimantan III sangat menentukan kelancaran penanganan gangguan pasokan. Menurutnya, sinergi antarinstansi menjadi kunci menjaga pelayanan air bersih di tengah gangguan infrastruktur.

"Kami sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada BWS Kalimantan III atas dukungan dan koordinasi yang terjalin. Sinergi ini sangat membantu upaya kami bersama BPAM Banjarbakula menjaga pelayanan air bersih kepada masyarakat saat gangguan yang terjadi," ungkap Mahyuni.

Langkah pengalihan sumber air baku itu juga menjadi bagian dari mitigasi risiko operasional PTAM Intan Banjar. Gangguan pasokan yang mereka hadapi berasal dari infrastruktur eksternal di luar kendali perusahaan.

Perbaikan Pipa Induk Butuh 5–10 Hari

Di sisi lain, BPAM Banjarbakula bergerak memperbaiki kebocoran pipa distribusi induk di Desa Sei Landas sejak Sabtu (10/10/2026) siang. Material penanganan yang disiapkan antara lain ripper clamp.

Pekerjaan perbaikan baru bisa dilaksanakan setelah alat berat ekskavator tiba dan seluruh persiapan teknis terpenuhi. BPAM Banjarbakula memperkirakan penanganan membutuhkan waktu sekitar 5–10 hari, mempertimbangkan tahapan pekerjaan teknis hingga sistem transmisi dinyatakan aman dioperasikan kembali.

Kebocoran Pipa yang Berulang Sejak 2021

Gangguan pada pipa transmisi air baku 1.200 mm milik BPAM Banjarbakula bukan kejadian pertama. Catatan Kanalkalimantan menunjukkan kasus serupa pernah terjadi pada 22 September 2024.

Kebocoran pipa distribusi utama juga pernah terjadi di Desa Sungai Landas, Karang Intan, Kabupaten Banjar, pada Senin 8 April 2024. Sebelumnya, pada Oktober 2021, kebocoran pipa utama mengakibatkan terhentinya produksi dan suplai air bersih ke PTAM Intan Banjar.

Bagi warga Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, rentetan kejadian itu berarti pasokan air bersih masih akan mengalir terbatas hingga perbaikan pipa induk rampung dan tekanan jaringan pulih sepenuhnya.

Reporter: Udin Syamsul
Sumber: kanalkalimantan.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top