BANJARBARU — Pompa Intake Mandikapau langsung dimatikan dan katup-katup yang terhubung dengan jalur pipa ditutup begitu kebocoran terdeteksi. Langkah itu diambil untuk menghentikan aliran air menuju titik bocor sekaligus mencegah kerusakan yang lebih parah.
Petugas kini melanjutkan penanganan lewat survei kondisi lapangan, pemeriksaan pipa, serta persiapan alat berat dan material perbaikan, termasuk ripper clamp. Kedatangan ekskavator masih ditunggu untuk mendukung pekerjaan teknis di lokasi.
BPAM Banjarbakula memperkirakan proses perbaikan membutuhkan waktu sekitar 5–10 hari. Hitungan itu mempertimbangkan tahapan pekerjaan teknis hingga sistem transmisi dinyatakan aman untuk kembali dioperasikan.
"Setelah perbaikan selesai, pasokan air baku melalui jalur utama dapat dipulihkan secara bertahap," jelas Wahyu.
Untuk mengatasi dampak gangguan, BPAM mengoperasikan intake darurat dengan kemampuan debit sekitar 120 liter per detik. Langkah sementara ini dioptimalkan guna mempertahankan pasokan air baku selama jalur transmisi utama belum pulih.
"Kami berupaya agar pengoperasian tetap berjalan melalui intake darurat. Memang ada gangguan karena kebocoran terjadi pada pipa utama, tetapi kami terus mengoptimalkan sistem yang tersedia agar pasokan air baku tetap dapat berjalan selama perbaikan," tambah Wahyu.
Sebagai tindak lanjut jangka panjang, BPAM Banjarbakula telah mengusulkan revitalisasi pipa air baku kepada Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum. Program itu diharapkan dapat direalisasikan pada 2027 untuk mengurangi risiko kebocoran berulang pada jalur transmisi utama.
Wahyu menegaskan revitalisasi diperlukan untuk membenahi infrastruktur yang rawan bocor sekaligus meningkatkan keandalan sistem transmisi air baku. Dengan begitu, risiko gangguan serupa dapat diminimalkan dan operasional penyaluran air baku lebih terjaga di masa mendatang.
BPAM Banjarbakula menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan yang ditimbulkan akibat kebocoran tersebut. Pihaknya memastikan pemantauan dan upaya perbaikan terus dilakukan agar sistem transmisi utama dapat kembali beroperasi normal setelah pekerjaan dinyatakan aman.